IHSG Tertatih Tutup Hari Ini di 8.280, ASHA Pimpin Gainers dengan Lonjakan 28%

IHSG Tertatih Tutup Hari Ini di 8.280, ASHA Pimpin Gainers dengan Lonjakan 28%

trading sekarang

IHSG menutup perdagangan hari ini di level 8.280, turun 1,35 persen. Nilai transaksi mencapai Rp29,19 triliun di semua pasar, menandai hari yang penuh liku bagi investor. Cetro Trading Insight melihat dinamika ini sebagai bagian dari fase pasar yang sedang berjalan.

Salah satu sorotan adalah aktivitas transaksi yang dipacu saham-saham besar seperti BUMI, BIPI, BBCA, dan BMRI. BUMI menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi Rp2,47 triliun, diikuti BIPI Rp1,29 triliun, BBCA Rp1,15 triliun, dan BMRI Rp1,08 triliun. Hal ini menunjukkan arus likuiditas masih tinggi meski indeks bergerak turun.

Deretan saham dengan pergerakan besar juga mencerminkan keberlanjutan minat investor pada beberapa emiten unggulan. ASHA memimpin gainers dengan lonjakan 28,05% menjadi Rp105 per saham, diikuti AIMS naik 25% menjadi Rp530. MEGA meningkat 24,70% ke Rp5.150, TFAS 24,56% ke Rp284, dan PPRE 24,32% ke Rp276. IHSG secara keseluruhan tampak terkoreksi meski rentetan kenaikan pada beberapa saham memberi warna optimisme.

Di sisi gainers, beberapa nama berhasil memompa minat investor dengan lonjakan signifikan. ASHA memimpin reli 28,05% ke level Rp105 per unit, diikuti AIMS yang melonjak 25% ke Rp530. MEGA juga menunjukkan pergerakan positif 24,70% menjadi Rp5.150, TFAS 24,56% menjadi Rp284, dan PPRE 24,32% menjadi Rp276. Keberhasilan beberapa emiten ini membantu menjaga semangat pasar meski IHSG melemah.

Di sisi lain, jajaran top loser menunjukkan dinamika yang tidak kalah penting. Sepuluh saham ini ditutup menurun dengan rentang penurunan sekitar 10,74% hingga 15%. SSTM, INDS, RMKO, BLUE, SCNP, BPII, APLI, RISE, DIVA, dan KOCI menjadi contoh utama koreksi harian yang perlu diwaspadai investor. Pergerakan saham-saham tersebut menggarisbawahi volatilitas pasar yang tetap tinggi.

Secara umum, investor disarankan memantau faktor-faktor teknikal dan fundamental yang mempengaruhi pergerakan saham-saham tersebut. Cetro Trading Insight akan terus memantau arah tren, likuiditas, dan volatilitas untuk memberikan gambaran yang lebih jelas bagi pembaca. Pelaku pasar disarankan menjaga manajemen risiko dan melakukan analisis independen sebelum mengambil keputusan perdagangan.

broker terbaik indonesia