IHSG Turun 0,53% Tutup di 6.989; 10 Saham Top Gainer Menguat Signifikan

IHSG Turun 0,53% Tutup di 6.989; 10 Saham Top Gainer Menguat Signifikan

trading sekarang

Pasar saham Tanah Air menampilkan dinamika yang tidak terlalu liar meski IHSG ditutup lebih rendah. Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,53% ke level 6.989, dengan total transaksi mencapai Rp13,13 triliun di semua pasar. Momentum ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar menjelang data ekonomi penting dan kebijakan global yang terus dipantau.

Meski IHSG melemah, beberapa emiten mampu mencetak keuntungan besar. Kinerja saham unggulan menunjukkan pergerakan positif yang menarik minat investor ritel maupun institusi. Pergerakan ini juga menandakan adanya keseimbangan antara dinamika ekspansi perusahaan dengan fase koreksi pasar yang terjadi secara luas.

Kalau dilihat dari sisi likuiditas, deretan saham dengan transaksi besar tetap menjadi magnet perdagangan. Emiten dengan kinerja solid sering menjadi acuan arus modal hari itu, meski sentimen umum pasar dicerminkan oleh IHSG yang turun. Dalam konteks ini, beberapa emiten unggulan berada di puncak daftar kenaikan sementara investor tetap memantau kinerja keuangan dan rilis data selanjutnya.

IndikatorNilai
IHSG (Penutupan)6.989 (-0,53%)
TransaksiRp13,13 triliun

Saham top gainer hari ini dipimpin VOKS (Voksel Electric) dengan lonjakan 34,04% ke Rp252 per saham. Diikuti ESIP (Sinergi Inti Plastindo) naik 25,37% ke Rp84, FORE (Fore Kopi Indonesia) melonjak 24,81% ke Rp805, lalu IFSH (Ifishdeco) 24,79% ke Rp2.240, serta POLA (Pool Advista Finance) 24,62% ke Rp81. Rangkaian itu menunjukkan adanya minat beli yang kuat pada emiten tertentu meski IHSG secara umum sedang koreksi.

Di sisi nilai transaksi, emiten dengan volume perdagangan tertinggi masih dipegang oleh BUMI (Bumi Resources) Rp1,47 triliun, disusul DEWA Rp672 miliar, BBRI Rp611 miliar, CUAN Rp432 miliar, dan BBCA Rp375 miliar. Meskipun beberapa di antara mereka menutup hari ini di zona merah, aktivitas perdagangan tetap menjadi indikator likuiditas pasar yang terjaga.

Sementara daftar top loser membentuk pola Koreksi cukup tajam, dengan DEFI, ALKA, DATA, RLCO, SOTS, ATAP, CHEM, PEGE, ASPI, dan ROCK mencatat penurunan antara 10,81% hingga 15%. Penurunan yang luas ini mencerminkan tekanan jual merata di berbagai sektor meskipun ada saham yang tetap menunjukkan momentum positif.

broker terbaik indonesia