Dalam langkah yang semakin dinamis menandai perubahan suasana pasar saham Indonesia, IMPC mengumumkan program buyback senilai Rp500 miliar. Kebijakan ini dirancang untuk menstabilkan pergerakan harga saham di tengah volatilitas yang masih tinggi. Para pelaku pasar menilai ini sebagai tanda kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka menengah perusahaan. Analisis di Cetro Trading Insight menyoroti bahwa langkah ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor jangka pendek.
Rencana ini juga mencakup bagaimana perusahaan mengelola risiko harga yang fluktuatif dengan cara yang terukur dan terencana. Kebijakan buyback ini melibatkan pembelian hingga 166.131.000 saham pada periode 3 Februari hingga 2 Mei 2026. Nilai nominal pembelian sekitar 0,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Pembelian ini menggunakan dana internal perseroan dan dirancang tanpa mengganggu kinerja operasional.
Secara umum, langkah buyback dianggap sebagai alat untuk menjaga kepercayaan investor dan menambah fleksibilitas dalam permodalan perusahaan. Manajemen menekankan bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi keuangan serta ketersediaan dana internal. Cetro Trading Insight mengevaluasi bahwa keputusan semacam ini umumnya dilihat sebagai sinyal positif oleh pasar, meski hasilnya tergantung pada dinamika likuiditas dan sentimen pasar secara keseluruhan.
Rencana pembelian kembali akan dilaksanakan menggunakan dana internal Perseroan, sehingga beban finansial tidak membebani arus kas operasional. Prosesnya dirancang agar tetap menjaga kecukupan modal kerja dan kesehatan neraca. Selain itu, manajemen berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan operasional dan pelaksanaan program buyback.
Hingga perdagangan Selasa 3 Februari 2026, harga saham IMPC rebound sebesar 5,91 persen menjadi Rp2.150, setelah sebelumnya anjlok sekitar 14,71 persen. Reaksi pasar terhadap pengumuman buyback dinilai sebagai sinyal positif jangka pendek. Meski demikian, volatilitas tetap ada karena perubahan sentimen global serta dinamika pasar modal domestik.
Pihak perseroan menegaskan buyback tidak mengganggu likuiditas jangka pendek maupun jangka menengah, dan fokus utama adalah kelancaran arus kas serta ketersediaan modal kerja. Hal ini penting agar manfaat buyback dapat tercapai tanpa mengurangi kemampuan ekspansi atau pembiayaan operasional. Cetro Trading Insight menilai kombinasi antara dukungan harga jangka pendek dan stabilitas modal sebagai prospek menarik bagi investor.
Dari sisi fundamental, langkah buyback sering dipandang sebagai sinyal positif karena menunjukkan komitmen perusahaan kepada pemegang saham. Namun, hasilnya tetap tergantung pada kinerja operasional dan faktor makro lainnya. Investor disarankan menilai konteks pasar secara menyeluruh sebelum mengambil posisi.
Secara teknikal, pergerakan harga terakhir menunjukkan momentum rebound meskipun volatilitas masih tinggi. Penjagaan level-by-level dan konfirmasi volume adalah kunci untuk menilai keberlanjutan tren. Analis pasar menyarankan pendekatan bertahap jika harga bergerak sesuai ekspektasi.
Menurut tim analisis Cetro Trading Insight, level sekitar Rp2.150 menjadi sinyal masuk bagi pembelian lanjutan, dengan target sekitar Rp2.300 jika momentum berlanjut. Rencana manajemen untuk menjaga likuiditas dan kesehatan neraca memberi peluang bagi investor untuk menimbang entri bertahap. Investor disarankan untuk menempatkan stop loss di sekitar Rp2.050 guna mengelola risiko.