
Pembukaan perdagangan Jumat menandai suasana risk-on yang membara di kalangan investor, ketika analis menilai bahwa momentum positif bisa berlanjut. Indeks utama di Wall Street tampak berusaha mencapai rekor kenaikan mingguan dan bulanan, didorong oleh minat terhadap saham teknologi dan ekspektasi atas dinamika geopolitik yang relatif membaik. Cetro Trading Insight memantau perkembangan ini sebagai sinyal bahwa sentimen pasar sedang berputar ke aset berisiko yang lebih tinggi.
Pada jam 10:05 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 151,04 poin menjadi 50.820,01, S&P 500 naik 31,69 poin ke 7.594,98, dan Nasdaq Composite menguat 156,47 poin menjadi 27.073,94. Pergerakan tersebut menunjukkan dorongan luas di pasar ekuitas AS dengan kontribusi besar dari sektor teknologi. Data ini juga menjadi fokus para investor yang menimbang prospek laba perusahaan di sisa kuartal ini.
Secara umum, S&P 500 berada pada jalur kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut, rekor tertinggi sejak Desember 2023. Dow Jones dan Nasdaq juga diperkirakan akan menutup minggu ini lebih tinggi, sejalan dengan optimisme seputar AI dan dinamika pertumbuhan. Indeks-indeks utama juga diperkirakan mengakhiri bulan Mei dengan kenaikan bulanan kedua berturut-turut, menguatkan gambaran pasar yang lebih risk-on menurut Cetro Trading Insight.
Sektor teknologi memimpin pergerakan pasar dengan lonjakan sekitar 2,2 persen, didorong oleh optimisme terhadap chip dan inovasi AI. Pergerakan harga saham di sektor ini memberikan dorongan tambahan bagi indeks utama. Menurut analisis Cetro Trading Insight, minat investor terhadap teknologi meningkatkan likuiditas dan memperkuat momentum risk-on.
Dell Technologies melonjak 34,7 persen setelah memperbarui proyeksi laba dan pendapatan untuk tahun fiskal penuh. Saham saingannya, Hewlett Packard Enterprise, melonjak 13,6 persen. Sementara itu, Super Micro Computer menguat 17 persen, menambah dorongan pada penguatan sektor teknologi.
Pertumbuhan teknologi dan prospek AI memberikan dukungan berkelanjutan, namun pasar tetap memantau faktor risiko eksternal seperti dinamika kebijakan luar negeri. Berita positif mengenai perpanjangan gencatan senjata dan kelanjutan pengiriman melalui Selat Hormuz turut menambah optimisme. Meski demikian, para analis menekankan bahwa volatilitas tetap ada karena tekanan inflasi dan sikap kebijakan moneter tetap menjadi fokus utama.
Inflasi AS April meningkat tercepat dalam tiga tahun, sedangkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 direvisi menjadi kenaikan tahunan 1,6 persen. Data ini menambah nuansa bahwa meski perekonomian tumbuh, tekanan harga tetap besar dan perlu diwaspadai. Cetro Trading Insight menyatakan dinamika ini meningkatkan kemungkinan Federal Reserve menahan suku bunga lebih lama untuk menjaga stabilitas harga.
Para pejabat ECB dan Federal Reserve menegaskan bahwa gangguan pasokan dan ekspektasi inflasi yang tinggi bisa membuat siklus kenaikan suku bunga tetap relevan meski pertumbuhan membaik. Pasar terus menimbang skenario kebijakan dengan mengawasi data inflasi dan rilis data ekonomi lainnya. Secara umum, risiko inflasi tetap menjadi fokus utama bagi pelaku pasar aset berisiko.
Pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun, dengan beberapa estimasi menaikkan 25 basis poin pada Desember. Skenario ini masih diperdebatkan tergantung arah inflasi dan stabilitas pertumbuhan. Secara keseluruhan, Mei berakhir dengan sentimen risk-on yang bergantung pada dinamika inflasi, geopolitik, dan respons kebijakan bank sentral.