Sebuah gebrakan strategis mengguncang industri telekomunikasi Indonesia. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mengakuisisi 60 persen saham PT Trans Hybrid Communication (THC) dari pihak non-afiliasi dengan nilai transaksi Rp160 miliar. Langkah ini menandai konsolidasi penting di jaringan fiber optik dan layanan FTTH yang semakin krusial bagi ritel maupun korporasi.
THC memiliki backbone jaringan fiber optik, layanan fiber to the home FTTH, serta jaringan network access provider NAP yang terhubung ke luar negeri. Dengan akuisisi ini INET menambah kapabilitas infrastruktur guna mempercepat pembangunan aset FTTH bagi pelanggan ritel dan memperkuat portofolio untuk layanan korporasi.
Manajemen INET menyatakan akuisisi ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan dan operasional perusahaan. Menurut analisis di Cetro Trading Insight, langkah ini selaras dengan fokus INET pada transformasi digital dan perluasan jaringan, serta diharapkan memperluas kapasitas dan efisiensi layanan bagi pelanggan.
Beberapa hari sebelum mengakuisisi THC, INET resmi menjadi pengendali PT Personel Alih Daya Tbk PADA. Proses akuisisi yang rampung pada 2 Februari 2026 membuat INET menguasai 1.687.455.000 saham PADA, atau sekitar 53,57 persen dari modal ditempatkan dan disetor emiten outsourcing itu.
Transaksi tersebut sebelumnya melibatkan kepemilikan Kopindosat, koperasi pegawai Indosat Tbk, sehingga struktur kepemilikan berubah secara signifikan. Dengan posisi pemegang kendali ini INET meneguhkan strategi diversifikasi pendapatan melalui layanan outsourcing tenaga kerja digital.
Langkah integrasi ini diproyeksikan memperluas kemampuan operasional INET dan memungkinkan sinergi antara layanan telekomunikasi THC dan layanan tenaga kerja digital PADA, mendukung pelanggan korporasi dengan solusi end-to-end. Cetro Trading Insight melihat potensi pertumbuhan yang berkelanjutan meski tetap memerlukan kajian risiko dan upaya integrasi operasional.