
Kejutan datang dari papan direksi INET ketika PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk resmi mengumumkan pengunduran dua pilar kepemimpinan perusahaan. Langkah ini menandai babak baru dalam dinamika tata kelola yang dapat mempengaruhi arah strategi jangka menengah. Meski demikian, berita ini juga memicu penilaian ulang mengenai stabilitas operasional dan potensi perubahan prioritas bisnis.
Dua pejabat yang mengundurkan diri adalah Tongam Lumban Tobing selaku Komisaris dan Willy Unsulangi selaku Direktur. Surat pengunduran diri diterima oleh perseroan pada 7 Mei 2026 dan telah disampaikan melalui keterbukaan informasi BEI. Peristiwa ini menambah daftar perubahan struktural yang perlu dicermati investor dalam konteks tata kelola perusahaan.
Dalam kerangka regulasi, perusahaan menegaskan kepatuhan terhadap peraturan OJK dan peraturan BEJ terkait kewajiban informasi. Langkah ini diharapkan menjaga transparansi di tengah dinamika internal perusahaan. Cetro Trading Insight mencatat bahwa momen ini bisa menjadi peluang bagi INET untuk melakukan penataan ulang strategi bila disertai rencana aksi yang jelas.
INET menyatakan rencana menambah kegiatan usaha dengan KBLI 46523 Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi sebagai bagian dari upaya diversifikasi pendapatan. Proyeksi ini memperlihatkan arah perusahaan untuk memperluas portofolio produk dan layanan sejalan dengan tren digitalisasi di sektor telekomunikasi.
Penyesuaian struktur kerja sama layanan IP Transit menjadi bagian dari strategi operasional yang lebih terintegrasi. Transformasi kerjasama mencakup pergeseran layanan dari kesepakatan antara IJE dengan induk usahanya JIA di bawah WIFI. Peralihan ini diharapkan meningkatkan efisiensi biaya dan memperluas kapasitas layanan untuk pelanggan korporat.
Khususnya layanan Fiber to the Home FTTH dan Fixed Wireless Access FWA menjadi fokus implementasi. Kombinasi teknologi ini memungkinkan INET memperluas jangkauan jaringan ke rumah tangga dan bisnis dengan infrastruktur yang lebih terintegrasi. Pengembangannya juga sejalan dengan upaya meningkatkan skala operasional serta memperhatikan faktor risiko terkait kapabilitas eksekusi di masa depan.
Dari sisi pasar, saham INET berada di level Rp318 pada penutupan perdagangan kemarin sore. Pergerakan ini mencerminkan reaksi awal pasar terhadap kabar perubahan kepengurusan dan rencana ekspansi usaha. Pembenahan tata kelola serta prospek bisnis yang lebih jelas dapat menjadi katalis bagi arus modal ke emiten ini.
Hingga saat ini, investor menilai berita ini sebagai sinyal bahwa perusahaan menata ulang strategi di tengah lanskap industri telekomunikasi yang kompetitif. Selain faktor internal, dinamika regulasi dan persaingan pasar juga berperan dalam pandangan investor. Oleh karena itu, kejelasan mengenai roadmap ekspansi dan tombol-tombol operasional akan menjadi penentu arah harga saham di beberapa kuartal mendatang.
Untuk investor yang menimbang peluang jangka panjang, rekomendasi fokus pada tata kelola, transparansi rencana aksi, dan kemampuan eksekusi INET diperlukan. Dengan catatan sinyal trading masih belum jelas, para analis menyarankan untuk menilai pergerakan harga secara teknikal jika data keuangan dan publikasi perusahaan lebih terperinci. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan dan memberikan pembaruan sesuai kebutuhan pasar.