Inflasi Kanada Diproyeksikan Naik 2.1% YoY, BoC Menanti CPI Sebelum Rapat Maret

Inflasi Kanada Diproyeksikan Naik 2.1% YoY, BoC Menanti CPI Sebelum Rapat Maret

trading sekarang

Laporan CPI Februari diperkirakan menunjukkan peningkatan sekitar 2.1% secara tahunan. Angka ini menandakan laju inflasi tetap berada di atas target Bank of Canada (BoC) sebesar 2%, meskipun terlihat melambat dibanding bulan sebelumnya. Para ekonom menilai poros utama dinamika harga berada pada tekanan yang masih berlanjut, meski sebagian dinamika harga mulai menunjukkan tanda penelusuran ke arah yang lebih moderat.

Sementara itu, ukuran CPI inti—yang tidak memasukkan makanan dan energi—diperkirakan tumbuh sekitar 2.4% YoY setelah Januari di 2.6%. Kenaikan inti ini menunjukkan tekanan harga inti yang masih relatif kuat, meskipun ada sinyal pelemahan pada beberapa segmen. Pasar menantikan bagaimana angka-angka tersebut mengubah peta risiko terhadap prospek kebijakan BoC dalam beberapa bulan ke depan. Menurut analisis Cetro Trading Insight, pergerakan ini tetap harus dilihat dalam konteks risiko perdagangan dan dinamika harga domestik.

Secara umum, dolar Kanada cenderung berada dalam posisi defensif terhadap dolar AS sebelum rilis data resmi. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang bisa meningkat menjelang pengumuman data, sehingga investor menilai bagaimana angka inflasi akan membentuk harapan kebijakan. Ketidakpastian pasar ini juga dipengaruhi oleh dinamika perdagangan dan tarif yang mungkin mempengaruhi biaya produksi serta harga konsumen di Kanada.

Dalam pertemuan terakhir, BoC menegaskan bahwa kebijakan saat ini berada pada tingkat yang tepat untuk menjaga inflasi mendekati target 2%, dengan sikap tetap hati-hati terhadap perkembangan ekonomi. Bank sentral menegaskan bahwa mereka tidak menjalankan kebijakan secara otomatis, dan siap menyesuaikan jika outlook ekonomi berubah. Penilaian ini menegaskan bahwa keputusan pada rapat 18 Maret kemungkinan tidak mengubah jalur kebijakan secara drastis, kecuali ada kejutan pada data inflasi atau kondisi ekonomi.

Jika prospek ekonomi memburuk atau risiko inflasi muncul lagi, BoC dipandang siap menyesuaikan kebijakan secara bertahap dan terukur. Komunikasi dari BoC menekankan bahwa kebijakan akan disesuaikan hanya jika diperlukan untuk menjaga inflasi tetap mendekati 2%. Analisis ini menambah bantalan bagi mata uang CAD jika data inflasi mempertahankan tekanan yang cukup kuat.

Rilis data inflasi yang lebih panas dari ekspektasi dapat memberi CAD dorongan jangka pendek karena investor menilai ulang prospek kebijakan serta dampak perdagangan terhadap harga domestik. Skenario ini juga dapat membuat sentimen pasar menilai bahwa risiko tarif nasional terhadap biaya impor mungkin berkurang atau tertahan, meski volatilitas tetap tinggi karena faktor eksternal.

Dari sisi teknikal, momentum saat ini menunjukkan bahwa tren tidak terlalu kuat untuk USD/CAD. RSI mendekati wilayah 59 dan ADX berada di sekitar 14, menunjukkan bahwa tren pasar belum memiliki konvergensi yang jelas. Kondisi tersebut menandakan peluang pergerakan bisa berfluktuasi tanpa arah yang sangat kuat dalam jangka pendek.

Harga USD/CAD sempat rebound menuju sekitar 1.3750 setelah tertekan dari base sekitar 1.3530, sebuah pergerakan yang menandai respon pasar terhadap kebijakan dan data inflasi. Namun, tingkat kepercayaan arah masih rendah karena dinamika data ekonomi yang beragam dan risiko perdagangan yang terus berlangsung. Analisis ini menunjukkan bahwa pergerakan keluar dari level tersebut perlu konfirmasi dari data yang lebih jelas.

Level kunci yang perlu diperhatikan meliputi support di sekitar 1.3530–1.3580 dan resistance di kisaran 1.3800–1.3928. Moving average utama, termasuk 200-day SMA di sekitar 1.3800 dan 100-day SMA di sekitar 1.3810, menjadi rujukan penting bagi arah jangka pendek. Dengan demikian, narasi perdagangan saat ini cenderung netral untuk jangka pendek, sambil menunggu sinyal lebih jelas dari data inflasi dan kebijakan selanjutnya.

broker terbaik indonesia