Inflasi UK 2026 Mendekati Target BoE, Deutsche Bank Prediksi Penurunan Signifikan di Awal Tahun

Inflasi UK 2026 Mendekati Target BoE, Deutsche Bank Prediksi Penurunan Signifikan di Awal Tahun

trading sekarang

Analisis ini merangkum proyeksi Deutsche Bank soal inflasi Inggris untuk awal 2026. Menurut Sanjay Raja, headline CPI dan CPI inti diperkirakan turun menjadi sekitar 3% year-on-year pada Januari 2026, sementara RPI juga menunjukkan perlambatan. Data inflasi yang akan dirilis ONS pada 17 Februari menjadi acuan utama untuk memahami arah harga di tahun mendatang. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang ingin memahami dampak kebijakan moneter terhadap perekonomian dan pasar.

Prediksi tersebut menunjukkan bahwa laju inflasi di awal tahun ini bergerak mendekati target Bank of England sebesar 2% pada kuartal kedua 2026. Setelah itu, prospek menunjukkan momentum price growth berada dalam kisaran antara 2% dan 2,5% sepanjang sisa tahun, meski ada risiko kenaikan di sektor jasa terkait dinamika permintaan dan biaya tenaga kerja.

Secara garis besar, momentum inflasi diperkirakan melambat dari sekitar 3% y/y di Q1-2026 menjadi sedikit di atas 2% y/y pada Q2-2026. Perbandingan dengan proyeksi BoE menunjukkan bahwa tekanan harga dapat tetap terkendali, meski faktor layanan masih menyimpan potensi deviasi. Laporan ini menekankan pentingnya mengikuti perubahan harga di segmen jasa sebagai penentu utama arah kebijakan.

Implikasi bagi kebijakan moneter adalah peluang bagi BoE untuk menjaga suku bunga lebih lama jika inflasi benar-benar mendekati target. Dengan momentum yang melunak, bank sentral bisa fokus pada stabilitas harga tanpa perlu pengetatan lebih agresif.

Sektor layanan menjadi sumber risiko utama. Perubahan biaya tenaga kerja, permintaan konsumen, dan dinamika jasa dapat menambah volatilitas inflasi, meskipun tren umum menunjuk pada penurunan sepanjang 2026.

Data inflasi yang dirilis ONS 17 Februari akan menjadi penentu revisi arah kebijakan dan respons pasar. Pelaku pasar disarankan untuk memantau angka inti dengan seksama karena deviasi kecil bisa mengubah ekspektasi terhadap kebijakan BoE dan gerak pasangan mata uang terkait.

broker terbaik indonesia