INPP Catat Pertumbuhan Pendapatan 32,9% di 2025 Didukung Proyek Ikonik dan Ekspansi Paradise Indonesia

INPP Catat Pertumbuhan Pendapatan 32,9% di 2025 Didukung Proyek Ikonik dan Ekspansi Paradise Indonesia

trading sekarang

INPP berhasil mencetak momentum positif di tahun 2025 dengan catatan pendapatan neto sebesar Rp1,74 triliun, tumbuh 32,9% secara YoY. Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan perseroan mengelola portofolio properti secara efektif di segmen hotel, komersial, dan penjualan properti. Analisis pertama kami di Cetro Trading Insight melihat sinergi antara serah terima unit, kapasitas penyewa, dan tren permintaan properti kelas menengah ke atas sebagai pendorong utama.

Hasil ini dipicu oleh berlanjutnya proses serah terima apartemen Antasari Place, kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada pertengahan 2025, serta peluncuran Citadines pada September 2025. Ketiga faktor ini meningkatkan pendapatan berulang perusahaan dan memperkuat basis arus kas jangka panjang. Cetro Trading Insight menilai bahwa kombinasi proyek-proyek ikon ini meningkatkan visibilitas pendapatan dan mengurangi volatilitas penerimaan.

Anthony P. Susilo, Presiden Direktur dan CEO Paradise Indonesia, menegaskan posisi kas yang kuat dan struktur permodalan konservatif sebagai landasan ekspansi berkelanjutan. Ia menyebut Net DER 0,21x dan cadangan kas yang substansial sebagai aset utama perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi. Segmen perhotelan menjadi kontributor terbesar, diikuti segmen komersial dan penjualan properti, dengan masing-masing segmen menyumbang sekitar 36%, 34%, dan 30% dari pendapatan total. Cetro Trading Insight menilai preferensi untuk ekspansi defensif ini sejalan dengan target pembentukan aliran pendapatan berulang.

Meski lingkungan ekonomi dinamis, INPP menunjukkan profil likuiditas yang membaik sepanjang 2025. Peningkatan kas dan setara kas tercatat signifikan, mendukung rencana ekspansi perseroan. Dalam laporan keuangan, kas mencapai Rp771,39 miliar per 31 Desember 2025, naik 113,3% secara YoY, menjadi salah satu pilar stabilitas keuangan perseroan. Cetro Trading Insight menyoroti bahwa kas berlebih ini memungkinkan perusahaan menimbang langkah pembiayaan tanpa menimbulkan tekanan leverage.

Struktur permodalan INPP juga terjaga sehat berkat Net Debt to Equity (Net DER) yang rendah di level 0,21x. Penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar dan arus kas dari mitra strategis di aset perseroan turut memperkuat kapasitas pendanaan untuk proyek-proyek yang akan datang. Dengan fokus pada peningkatan pendapatan berulang melalui hotel, properti komersial, dan penjualan properti, manajemen menargetkan pertumbuhan konservatif yang tetap kompetitif di tengah dinamika pasar.

Melihat komposisi pendapatan saat ini, segmen hotel menyediakan kontribusi terbesar, diikuti oleh segmen komersial dan penjualan properti. Potensi pendapatan berulang yang solid menambah keyakinan investor terhadap proyeksi jangka menengah. Secara umum, prospek INPP di 2026 tergantung pada kemampuan manajemen menjaga tingkat hunian dan penyewa kunci, sambil mengelola biaya operasional dengan efisiensi.

broker terbaik indonesia