INTP Laba Bersih 2025 Naik 12% Didukung Divestasi Mortar Prakarsa Utama

INTP Laba Bersih 2025 Naik 12% Didukung Divestasi Mortar Prakarsa Utama

trading sekarang

Ditulis oleh Cetro Trading Insight

INTP mencatat laba bersih sebesar Rp2,2 triliun sepanjang 2025, naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ini didorong oleh keuntungan divestasi serta pengukuran kembali sisa kepemilikan terkait penjualan 60 persen saham Mortar Prakarsa Utama senilai Rp670 miliar pada kuartal terakhir. Laporan keuangan menunjukkan bahwa investor perlu memandang sinergi antara satuan laba non-operasional dan operasional perusahaan.

Secara operasional, pendapatan perseroan turun 4,4 persen menjadi Rp17,7 triliun dari Rp18,5 triliun. Laba bruto juga turun sekitar 4,79 persen menjadi Rp5,77 triliun, sementara beban pokok pendapatan turun menjadi Rp11,96 triliun. Penurunan beban ini bersamaan dengan penurunan biaya keuangan menjadi Rp172,53 miliar dan bagian atas laba entitas asosiasi turun menjadi Rp36,95 miliar.

Per 31 Desember 2025, total aset INTP meningkat tipis menjadi Rp31,72 triliun, dengan liabilitas Rp8,52 triliun dan ekuitas Rp23,2 triliun. Kontribusi divestasi terhadap neraca menjadi faktor kunci yang perlu dilihat para investor dalam menilai kualitas laba sepanjang tahun.

Fokus divestasi memegang peranan penting pada laporan ini, di mana penjualan 60% Mortar Prakarsa Utama senilai Rp670 miliar berperan sebagai mesin penggerak laba melalui keuntungan divestasi dan pengukuran kembali sisa kepemilikan. Langkah tersebut meningkatkan arus kas perusahaan dan memperkuat posisi finansial meski masih ada tekanan pada pendapatan operasional.

Penurunan pendapatan 4,4% mencerminkan dinamika permintaan di sektor semen. Meski demikian INTP mampu mengelola biaya pokok pendapatan dan biaya keuangan yang lebih rendah, sehingga margin operasional tidak tergerus secara drastis. Efisiensi biaya menjadi faktor inti yang mendongkrak profitabilitas meski volume penjualan tidak tumbuh signifikan.

Secara fundamental, stabilitas neraca terlihat dari ekuitas sebesar Rp23,2 triliun dan liabilitas Rp8,52 triliun, dengan aset total yang sedikit meningkat. Perbaikan efisiensi dan potensi divestasi lanjutan menjadi dua pilar utama yang akan diperhatikan investor ke depan. Cetro Trading Insight menilai adaptasi strategi INTP relevan dalam menghadapi volatilitas industri semen.

Aset, Liabilitas, dan Prospek Investasi

INTP menutup 2025 dengan total aset sebesar Rp31,72 triliun, didukung ekuitas Rp23,2 triliun. Struktur modal yang relatif sehat membantu menahan risiko keuangan dalam jangka menengah, meski terdapat penyesuaian nilai aset terkait kebijakan akuntansi dan volatilitas pasar. Laporan ini menunjukkan posisi keuangan yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan siklus.

Biaya keuangan yang menurun dan kontribusi dari entitas asosiasi berperan pada pembaruan laba bersih, meski faktor eksternal seperti harga bahan baku dan biaya energi tetap menjadi variabel. Investor perlu memantau perubahan kebijakan harga bahan bangunan serta potensi penambahan kapasitas produksi sebagai pendorong kinerja ke depan.

Melihat ke depan, fokus pasar akan tetap pada cash flow, risiko likuiditas, dan dampak divestasi lanjutan terhadap struktur kepemilikan. Bagi para pemegang saham, pemantauan terhadap dinamika harga semen global serta arus kas operasional INTP menjadi kunci evaluasi. Laporan Cetro Trading Insight menyediakan analisis kritis atas peluang dan risiko investasi pada INTP.

broker terbaik indonesia