
Cetro Trading Insight mengabarkan gebrakan besar: MNC Sekuritas memperluas literasi pasar modal melalui inisiatif edukasi nasional yang melibatkan institusi pendidikan terkemuka. Langkah ini dirancang untuk menjangkau pelajar, mahasiswa, dan publik luas agar pemahaman pasar modal tidak hanya berhenti pada angka-angka. Inisiatif ini juga menegaskan komitmen perusahaan untuk mengakselerasi literasi keuangan di kalangan muda.
Kegiatan kuliah umum yang digelar Universitas Mohammad Husni Thamrin melalui Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis berlangsung pada 7 Mei 2026. Hadir dalam acara tersebut Rektor Ningky Sasanti Munir beserta jajaran pimpinan universitas, yang menekankan pentingnya literasi investasi di tengah dinamika geopolitik dunia. Narasumber menegaskan bahwa investor masa kini perlu membaca perubahan global secara lebih adaptif. Ketegangan antarnegara, perang dagang, dan perubahan aliansi internasional menciptakan lanskap investasi yang penuh ketidakpastian, sehingga pemahaman geopolitik menjadi bagian penting dari strategi investasi.
Menurut Ependi, Kepala Prodi Manajemen Universitas MH Thamrin, investor tidak bisa lagi hanya mengandalkan indikator domestik. Ia menyatakan bahwa dinamika geopolitik telah menjadi faktor eksternal yang memengaruhi keputusan investasi secara signifikan. Luqman El Hakiem, Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas, menambahkan bahwa literasi investasi berbasis pemahaman global semakin penting bagi generasi muda sebagai calon investor masa depan, bukan sekadar pembaca angka semata.
Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas menekankan pentingnya literasi yang mempertimbangkan konteks global, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi investor masa depan. Ia menilai bahwa edukasi seperti ini membentuk investor yang kritis, adaptif, dan siap menghadapi perubahan ekonomi dunia. Kegiatan edukasi semacam ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk meningkatkan literasi pasar modal di komunitas mahasiswa dan publik luas.
Dalam keterangan resmi, Luqman El Hakiem menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat literasi pasar modal melalui program edukasi dan dukungan terhadap generasi muda agar mampu membaca tren global dengan tepat dan bertanggung jawab. Secara historis, MNC Sekuritas telah menggelar 967 kegiatan edukasi pasar modal sepanjang tahun 2025 dengan partisipasi lebih dari 81.900 peserta. Pada 2026, cakupan edukasi perseroan diperluas agar menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Dengan dinamika geopolitik yang semakin kompleks, inisiatif ini dirancang untuk membekali pelajar dan publik dengan kerangka analitis yang tidak hanya menilai harga aset, tetapi juga memahami risiko serta peluang yang lahir dari perubahan internasional. Melalui dialog semacam ini, platform edukasi seperti milik Cetro Trading Insight berharap para pemula maupun pelaku pasar beralih dari pola reaktif menuju pendekatan yang lebih proaktif dan terukur.
Selain upaya edukasi, MNC Sekuritas menyediakan ekosistem perdagangan melalui MotionTrade, aplikasi trading yang didesain untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih mulus bagi berbagai kalangan investor. Platform ini dirancang untuk memudahkan pemantauan pasar, eksekusi transaksi, serta akses ke berbagai produk seperti saham dan reksa dana bagi pemula maupun berpengalaman.
Aplikasi MotionTrade dapat diunduh di Google PlayStore dan Apple AppStore melalui tautan unduh onelink.to/motiontrade, sehingga komunitas investor muda dapat mengakses layanan dengan mudah. Layanan ini memperluas akses ke produk pasar modal dan mendorong partisipasi aktif dalam pasar modal nasional, sejalan dengan upaya literasi yang telah dibangun melalui kemitraan akademik.
Luqman menegaskan bahwa edukasi seperti ini memperkuat komitmen perusahaan untuk membentuk investor masa depan yang kritis dan adaptif, siap menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah. Pada 2025, MNC Sekuritas menggelar 967 kegiatan edukasi dengan lebih dari 81.900 peserta, dan pada 2026 rencana ekspansi akan terus menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi tulang punggung pasar modal masa depan.