Produksi industri Singapura tercatat turun sebesar 13,3% secara bulanan pada Desember 2025, menandai kelanjutan kontraksi di kuartal terakhir tahun ini. Angka tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar dan mengikuti revisi November yang menunjukkan penurunan -7,8%. Penyesuaian bulanan ini menunjukkan dinamika manufaktur Singapura yang lebih sensitif terhadap pelemahan permintaan global di akhir tahun.
Penurunan terbesar berasal dari output farmasi, yang anjlok 85,8% m/m pada Desember setelah penurunan 32,4% di November. Dampak sektoral ini menekan laju IP secara keseluruhan, meskipun beberapa segmen lain menunjukkan dinamika yang lebih stabil. Penurunan tajam di farmasi lebih bersifat kontributor jangka pendek daripada refleksi kesehatan industri secara luas.
Secara tahunan, IP meningkat 8,3%, didorong oleh kinerja positif di sektor elektronik dan rekayasa transportasi. Elektronik tetap menjadi kontributor utama karena permintaan kuat untuk produk terkait AI, dengan semikonduktor menjadi penggerak utama. Adapun segmen utama IP lainnya, rekayasa transportasi terus memberikan dukungan bagi manufaktur melalui pertumbuhan di bidang kelautan lepas pantai dan dirgantara, sementara kontribusi sektor lain tetap relevan.
Elektronik menunjukkan dinamika positif yang kuat secara tahunan, dengan Desember mencatat pertumbuhan 30,8% y/y. Angka ini meningkat dari 18,1% pada November dan 26,9% pada Oktober, didorong oleh permintaan berkelanjutan untuk produk semikonduktor terkait AI. Meskipun pertumbuhan bulanan sektor ini dapat berfluktuasi, tren tahunan tetap mantap.
Rekayasa transportasi memberikan dukungan berkelanjutan bagi manufaktur melalui segmen kelautan dan lepas pantai, dirgantara, serta rekayasa lainnya. Desember menunjukkan pertumbuhan y/y sebesar 19,9%, dibandingkan 24,2% pada November, menandakan dinamika yang masih kuat meskipun ada variasi bulan-ke-bulan. Konstruksi kelautan dan lepas pantai serta dirgantara juga menunjukan kontribusi signifikan, meskipun pola pertumbuhan tidak seragam sepanjang tahun.
Di luar sektor-sektor utama tersebut, output farmasi mencatat penurunan signifikan sebesar 85,8% secara bulanan pada Desember, melanjutkan pelemahan yang terjadi di bulan November. Dampak negatif farmasi ini menahan laju IP secara keseluruhan meskipun sektor elektronik dan rekayasa transportasi bekerja sebagai penopang. Fluktuasi sektor farmasi menandai pentingnya diversifikasi rantai pasokan bagi Singapura.
Penurunan IP Desember menekankan tantangan manufaktur Singapura di awal 2026, terutama terkait volatilitas permintaan global dan dinamika rantai pasokan farmasi. Meskipun beberapa segmen tetap kuat, perlambatan di farmasi dan fluktuasi pada sektor elektronika dapat mempengaruhi prospek ekspor serta investasi modal jangka pendek.
Untuk kebijakan, data IP ini menambah bukti perlunya fokus pada diversifikasi rantai pasokan, pendalaman inovasi di subsektor elektroni dan rekayasa transportasi, serta dukungan bagi sektor berorientasi ekspor. Kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter bisa menimbang respons yang mendorong daya saing manufaktur sekaligus menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja.
Secara keseluruhan, posisi Singapura tetap menunjukkan ketahanan di sektor elektronik dan rekayasa transportasi meskipun ada kontraksi bulanan. Para pemangku kepentingan sebaiknya memonitor tren IP pada kuartal pertama 2026 untuk mengukur apakah pola pemulihan berlanjut, serta menilai potensi risiko bagi target pertumbuhan makro dan kebijakan ekonomi negara.