
JEC Eye Hospitals & Clinic, milik PT Nitrasanata Dharma, mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan target dana hingga Rp683 miliar. IPO ini akan menerbitkan sekitar 487,98 juta saham baru, setara sekitar 15 persen dari total saham yang akan dicatatkan. Harga penawaran berada dalam kisaran Rp1.200–Rp1.400 per saham. Informasi ini dipublikasikan dalam prospektus yang dirilis pada Senin, 22 Juni 2026. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca awam memahami dampak keuangan dan operasional dari langkah strategis ini.
Langkah ini menandai momen penting bagi sektor kesehatan Indonesia, karena JECX berupaya membiayai operasional melalui pasar modal tanpa mengandalkan ekspansi kapasitas. Cetro Trading Insight menilai bahwa IPO ini juga mencerminkan upaya perusahaan untuk memperkuat arus kas serta menjaga ketahanan finansial di masa mendatang.
Prospektus menegaskan fokus perusahaan pada stabilitas keuangan melalui deleveraging, bukan ekspansi kapasitas langsung. Dengan demikian, perusahaan menekankan bahwa dana IPO akan dipakai untuk memperkuat likuiditas dan struktur modal agar operasional tetap berjalan mulus di tahun-tahun mendatang.
Secara alokasi, perusahaan menyatakan sekitar 20 persen dari dana IPO akan dipakai untuk melunasi utang induk, sekitar 27 persen untuk biaya operasional dan pelunasan utang anak usaha, dan sekitar 52 persen sisanya dialokasikan untuk modal kerja.
Rincian penggunaan dana untuk utang adalah Rp140 miliar, dialokasikan untuk melunasi utang kepada Bank Central Asia (BCA) sebesar Rp40 miliar dan HSBC Indonesia sebesar Rp100 miliar. Pinjaman dari BCA berasal dari fasilitas kredit investasi untuk pembelian tanah dan renovasi klinik JEC di Tangerang, Kedoya, PIK, Bandung, Tambora, dan Kendari. HSBC dialokasikan untuk rekapitalisasi dividen dan tujuan umum korporasi.
Sebagai bagian dari alokasi tambahan, sekitar Rp185 miliar akan dipakai sebagai setoran modal dan pinjaman kepada anak usaha, termasuk Rp50 miliar untuk Nitra Sanata Bali (NBS) terkait sewa lahan KEK Sanur dan gaji, Rp100 miliar sebagai pinjaman kepada Orbita untuk membayar utang BCA terkait RS JEC-Orbita Makassar, serta Rp35 miliar untuk JEC Candi Sejahtera (JCS) untuk refinancing dan konstruksi RS JEC Semarang. Dana ini juga mencakup modal kerja operasional harian yang akan direalisasikan secara bertahap hingga 31 Desember 2027.