IPO Juni–Juli 2026: Valuasi Murah dengan Pertumbuhan Laba Tinggi di BACH dan PRDL | Cetro Trading Insight

IPO Juni–Juli 2026: Valuasi Murah dengan Pertumbuhan Laba Tinggi di BACH dan PRDL | Cetro Trading Insight

trading sekarang

Di tengah dinamika IPO Juni–Juli 2026, pasar modal Indonesia membuka peluang listing perdana bagi emiten dari berbagai sektor. Cetro Trading Insight menilai bahwa keseimbangan antara valuasi saham dan proyeksi kinerja menjadi kunci bagi investor awam maupun profesional. Artikel ini merangkum temuan utama untuk membantu pembaca memahami potensi tiap emiten secara jelas.

Salah satu emiten yang menarik perhatian adalah Bach Multi Global Tbk, yang bergerak di sektor industrial khususnya genset dan infrastruktur telekomunikasi. Perkiraan PER sekitar 10,5–13,1 kali dipadukan proyeksi laba bersih FY2025 sebesar sekitar 98% membuat BACH relatif murah jika dibandingkan kandidat lain dalam daftar IPO.

Sementara Prodia Diagnostic Line Tbk juga dipandang menarik dari sisi valuasi. PRDL memiliki PER sekitar 10,3–12,3 kali dengan proyeksi pertumbuhan laba mendekati 70%, menjadikannya contoh valuasi murah dengan prospek laba yang tetap positif menurut analisis BRl Danareksa Sekuritas.

Di balik fokus pada dua emiten utama, beberapa calon emiten menunjukkan potensi laba lebih agresif meski valuasinya lebih premium. ESA Medika Mandiri Tbk atau EMMI diproyeksikan mengalami pertumbuhan laba bersih sekitar 210%, namun PER yang diperkirakan berada pada kisaran 22,8–26,3 kali.

Sementara Niramas Utama Tbk dikenal dengan proyeksi pertumbuhan laba sekitar 202% tetapi memiliki PER yang lebih tinggi, kisaran 31,1–38,7 kali, mencerminkan kombinasi pertumbuhan tinggi dengan valuasi relatif mahal.

Selanjutnya Nitransatha Dharma Tbk atau JECX muncul sebagai kandidat dengan valuasi paling premium, dengan PER sekitar 52,9–61,7 kali meski pertumbuhan laba diperkirakan moderat sekitar 13%.

Analisa juga menekankan bahwa penggunaan dana hasil IPO menjadi indikator penting prospek saham baru. Misalnya untuk JELI, sekitar 51% dana IPO direncanakan untuk penyertaan modal anak usaha guna pengembangan lini produk gummy dan jelly, didukung sekitar 18,4% untuk belanja modal mesin yang berpotensi memperkuat kapasitas produksi.

Daftar calon emiten yang masuk parade IPO Juli mencakup RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) milik artis Raffi Ahmad, Bach Multi Global Tbk (BACH), Nitransatha Dharma Tbk (JECX), ESA Medika Mandiri Tbk (EMMI), Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), Niramas Utama Tbk (JELI), serta emiten lain di sektor healthcare dan consumer non-cyclicals.

Investors disarankan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rencana penggunaan dana, langkah ekspansi, dan risiko terkait sebelum memutuskan investasi pada IPO mendatang. Keputusan akhir tetap berada di tangan investor, dan analisis ini bertujuan memberikan gambaran umum mengenai dinamika pasar IPO Juni–Juli 2026.

banner footer