
TD Securities dalam analisisnya menyoroti bahwa data AS yang akan datang berpotensi menunjukkan peningkatan indeks ISM Layanan menjadi 54,7 pada Mei, naik dari 53,6 bulan sebelumnya (rekan konsensus 53,8). Peningkatan ini kemungkinan didorong oleh pesanan baru dan pengiriman pemasok, sementara masalah rantai pasokan terkait konflik Iran tetap menjadi faktor utama. Kondisi ini menandakan bahwa layanan sektor non-manufaktur tetap menjadi motor utama pertumbuhan, meski tekanan biaya energi turut membentuk dinamika inflasi.
Indikator harga yang dibayar akan menjadi fokus karena mencerminkan dampak inflasi energi terhadap biaya produksi. Indikator terdepan untuk pembukaan lowongan pekerjaan juga menunjukkan bahwa peningkatan April kemungkinan berlebih, sehingga kita mengharapkan perlambatan mean-reversion pada Mei. Perlu dicatat bahwa pembukaan lowongan cenderung berfluktuasi, sehingga lebih banyak bobot diberikan pada rasio pekerjaan.
Secara keseluruhan, indikator pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda stabilisasi dengan beberapa perbaikan. Skenario ini membuat para pelaku pasar menantikan data Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat untuk konfirmasi arah tenaga kerja. Sinyal kebijakan moneter tetap bergantung pada respons data terhadap tekanan inflasi dan dinamika global.
Laporan menyoroti kinerja pasar tenaga kerja melalui pembukaan lowongan kerja JOLTS yang lebih kuat serta rasio tenaga kerja yang beragam, sementara data ADP employment dan PMI jasa S&P akan menjadi sorotan pagi hari. Setiap indikator memberi gambaran berbeda tentang kesehatan lapangan pekerjaan AS. Hasilnya, pasar mencoba menyaring sinyal-pasar dari variasi data sambil memantau komentar pelaku ekonomi.
Ukuran harga yang dibayar juga menunjukkan adanya tekanan inflasi yang berlanjut akibat biaya energi yang tinggi. Indikator terdepan untuk pembukaan lowongan menunjukkan bahwa peningkatan April bisa saja berlebih, sehingga dampak ke harga akhir perlu diawasi. Sementara itu, perbaikan di sektor jasa profesional dan bisnis menunjukkan dinamika yang berbeda antar sektor, menambah kompleksitas penilaian pasar.
Secara keseluruhan, indikator tenaga kerja menunjukkan stabilisasi dengan beberapa tanda perbaikan, meskipun fokus utama pasar tetap pada data NFP Jumat. Sementara itu, rilis Beige Book dan konferensi terkait kebijakan moneter juga dipantau untuk mengonfirmasi arah kebijakan. Analisis ini membantu investor memahami bagaimana data tenaga kerja, inflasi, dan dinamika rantai pasokan berdempur membentuk sentimen pasar.
Di tengah fokus pada data AS, para pelaku pasar tetap waspada terhadap berita Timur Tengah yang bisa mengubah dinamika pasar sebelum rilis data utama. Ketegangan regional dan progres menuju gencatan senjata menjadi faktor penentu bagi volatilitas jangka pendek. Meskipun demikian, data ekonomi tetap menjadi acuan untuk menilai kekuatan dasar perekonomian global.
Feds Barr dan Logan akan berbicara, dan Beige Book Fed akan dirilis sore hari. Komentar mereka diprediksi mempengaruhi pandangan pasar terhadap jalannya kebijakan moneter, terutama jika data ISM dan NFP sejalan dengan pandangan yang lebih moderat terhadap inflasi. Pasar juga menilai bagaimana sinyal kebijakan jangka menengah akan dampak pada imbal hasil obligasi dan pergerakan mata uang.
Intinya, pasar akan memantau data Nonfarm Payrolls dan rilis Beige Book, sambil mengikuti perkembangan geopolitik Timur Tengah yang bisa menambah volatilitas. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai risiko ekonomi dan geopolitik yang memengaruhi pasar global.