
Di ulasan eksklusif Cetro Trading Insight, platform analisis keuangan milik Cetro Trading Insight, Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengumumkan rencana penerbitan obligasi tanpa warkat senilai Rp500 miliar. Langkah ini bukan sekadar menambah likuiditas, melainkan pendekatan strategis untuk merapikan struktur utang dan menjaga stabilitas biaya pinjaman di tengah dinamika suku bunga. Pihak manajemen menegaskan keputusan ini bagian dari upaya menjaga kepercayaan investor dan keberlanjutan operasional jangka menengah.
Proses ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III Japfa dengan target dana hingga Rp5 triliun, dan penerbitan kali ini adalah tahap pertama. Rencana ini menunjukkan arah perusahaan untuk memperluas skema pendanaan melalui pasar obligasi tanpa warkat yang lebih fleksibel. Investor diperinci bahwa offering akan diadakan dalam beberapa tahapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Otoritas pemeringkat Pefindo memberikan obligasi dengan rating A+ (Single A Plus), menambah keyakinan terhadap profil kredit perusahaan. Japfa menunjuk Sucor Sekuritas dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Informasi terkait pembiayaan, termasuk jadwal porposal, menunjukkan keterbukaan manajemen dalam menyosialisasikan struktur pinjaman ke publik dan investor institusional.
Obligasi tanpa warkat dibagi menjadi dua seri, Seri A dengan tenor tiga tahun dan Seri B dengan tenor lima tahun, dengan pembayaran kupon dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran perdana dijadwalkan 7 Oktober 2026, sedangkan jatuh tempo seri A adalah 7 Juli 2029 dan seri B pada 7 Juli 2031. Emisi ini mencerminkan bagaimana perusahaan mengatur profil risiko utang sambil memenuhi kebutuhan likuiditas untuk refinancing.
Proses penawaran didasarkan pada book building antara 15–22 Juni 2026, dengan Offering berlangsung 30 Juni–1 Juli 2026. Besaran kupon untuk kedua seri belum diumumkan pada tahap penawaran awal. Dana hasil dari penerbitan ini akan dipakai untuk mempercepat pembayaran sebagian pokok utang fasilitas Term Loan kepada Bank Mandiri, sehingga mengurangi beban bunga jangka panjang.
Dari sisi keuangan, Japfa menunjukkan outstanding utang sekitar Rp2,15 triliun ditambah USD49,95 juta per akhir Juni 2026. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat 0,30x, dengan Interest Coverage Ratio 8,64x dan Debt Service Coverage Ratio 0,59x; Current Ratio 1,29x. Pefindo memberikan peringkat A+ pada obligasi ini. Penjamin pelaksana emisi adalah Sucor Sekuritas dan Mandiri Sekuritas, dengan minimum pembelian investor ditetapkan Rp5 juta. Informasi ini menunjukkan langkah manajemen untuk memperkuat kapasitas utang sambil menjaga kesehatan profil keuangan.