Kenaikan Harga Emas Per Tahun Terdukung Dolar Menguat Meski Gejolak Pasokan Minyak Meningkat

Kenaikan Harga Emas Per Tahun Terdukung Dolar Menguat Meski Gejolak Pasokan Minyak Meningkat

Signal /BUY
Open5176.09
TP5320
SL5120
trading sekarang

Harga emas spot turun 0,32 persen menjadi USD5.176,09 per troy ounce, setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya. Penguatan dolar AS sebesar 0,4 persen di indeks dolar turut menekan logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar. Secara jangka panjang, kenaikan harga emas per tahun tetap menjadi bagian dari narasi karena ketidakpastian inflasi serta ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi.

Di medan pasar, tarik-menarik antara permintaan aset safe haven dan kekhawatiran soal kebijakan moneter menciptakan lanskap yang penuh variasi. Pendekatan Array dalam mengelola risiko dan likuiditas bisa membantu investor menimbang langkah belanja logam mulia secara lebih terukur. Pada akhirnya, pilihan strategi cenderung menyeimbangkan antara perlindungan nilai dan likuiditas jangka pendek.

Di sisi lain, lonjakan minyak sebesar 4 persen memperburuk kekhawatiran pasokan global. Serangan terhadap kapal di Selat Hormuz menambah ketidakpastian, sementara data CPI AS menunjukkan kenaikan 0,3 persen pada Februari dan menyoroti dinamika inflasi. Investor juga menantikan data PCE yang akan dirilis, yang akan memberi petunjuk lebih lanjut bagi arah kebijakan, menurut analisis pasar yang diterbitkan oleh Cetro Trading Insight.

Sejalan dengan inflasi dan ekspektasi bahwa suku bunga tetap tinggi, peluang kenaikan harga emas per tahun tetap relevan meski ada koreksi singkat. Laju dolar yang relatif kuat menambah tekanan pada logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar. Hal ini menjadi konteks penting bagi investor untuk menimbang arah berikutnya dalam portofolio komoditas, dan kembali menandai bahwa kenaikan harga emas per tahun bisa terjadi dalam skenario yang lebih luas.

IEA mengusulkan pelepasan cadangan minyak untuk menenangkan harga, tetapi banyak analis menilai langkah itu tidak cukup meredakan kekhawatiran soal gangguan pasokan. Array skenario pasokan tetap menjadi faktor utama bagi pergerakan emas dan minyak, sehingga strategi hedging menjadi bagian penting bagi investor komoditas.

Selain itu, angka CPI AS Februari naik 0,3 persen dan secara tahunan 2,4 persen, sejalan dengan ekspektasi. Data PCE Januari yang dinantikan Jumat nanti dipandang akan memberi dimensi baru terhadap prospek inflasi dan kebijakan suku bunga, yang akan mempengaruhi arah aktivitas trading para pelaku pasar.

Prospek Trading Emas: Perspektif Fundamental vs Teknikal

Para analis di Standard Chartered menunjukkan bahwa tekanan penurunan harga emas dalam beberapa pekan terakhir bukan hal aneh karena kebutuhan likuiditas pelaku pasar. Namun pandangan jangka panjang tetap optimis dengan potensi kenaikan harga emas per tahun yang dapat berlanjut ketika aksi ambil untung mereda. Dengan demikian rekomendasi trading cenderung masuk pada posisi buy dengan target sekitar 5.320 dolar per troy ounce.

Dari sisi teknikal, variasi harga minyak, dinamika dolar, dan data inflasi memberi peluang bagi investor untuk mempertimbangkan pendekatan Array guna menyeimbangkan potensi keuntungan dengan kontrol risiko. Konsep Array membantu portofolio menyiasati volatilitas melalui diversifikasi antara logam mulia, cadangan likuiditas, dan eksposur minyak.

Meski volatilitas geopolitik meningkat, data ekonomi utama tetap menjadi pilar penentu arah pasar. Dalam konteks jangka panjang, Cetro Trading Insight menekankan bahwa kombinasi analisis fundamental dan dinamika pasar akan membentuk kerangka trading yang lebih terukur dan sesuai profil risiko investor.

broker terbaik indonesia