Langkah mengejutkan ini menandai fase baru bagi OLIV, karena pengendali baru menegaskan niatnya melalui tender wajib. OLIV akan menawar sebanyak mungkin saham, setara 31,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Langkah ini menambah dinamika kepemilikan yang sebelumnya sudah berubah secara signifikan.
Prospektus Kamis 12 Maret 2026 menyebut harga penawaran Rp35 per saham. Nilai maksimum transaksi tercatat sekitar Rp20,66 miliar, menegaskan skala MTO yang substansial. Olive Power Invest menegaskan kesiapan dana untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemegang saham bila MTO terealisasi.
Periode tender berlangsung mulai 13 Maret hingga 11 April 2026, sesuai dokumen prospektus. Sumber menyatakan Olive Power Invest memiliki dana yang cukup untuk pembayaran penuh kepada pemegang saham. Hal ini menempatkan OLIV pada momentum kebijakan kepemilikan yang dapat mempengaruhi arah perusahaan.
Sebelumnya, pengendali baru telah melakukan transaksi pengalihan saham OLIV pada 25 November 2025 dari para penjual. Hendro Jap menjual 1.155.157.112 saham atau 60,80 persen dari kepemilikan perseroan. Lalu, Hioe Mie Tjen menjual 135.000.000 saham atau 7,10 persen dengan harga Rp13,56 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai sekitar Rp17,5 miliar.
Dengan akumulasi tersebut, total saham yang dimiliki pengendali baru menjadi 1.290.157.112 saham atau 67,90 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Setelah transaksi ini, Hioe Mie Tjen tidak lagi memiliki saham pada OLIV.
Selanjutnya, pelaksanaan MTO yang diajukan menekankan konsolidasi kepemilikan dan potensi perubahan arah kebijakan perusahaan. Kontrol yang lebih kuat oleh pengendali baru dapat mempengaruhi strategi perusahaan, tata kelola, dan peluang di masa depan. Namun, implikasi jelasnya memerlukan kehati-hatian pasar dan konfirmasi lanjutan.
Dari sudut pandang pasar, informasi ini cenderung memberi sinyal fundamental atas OLIV, namun belum ada sinyal teknikal atau harga yang spesifik untuk entry. Tidak ada struktur trading jelas yang bisa dijabarkan dari dokumen tender, sehingga sinyal perdagangan untuk OLIV saat ini adalah nol. Investor disarankan memantau perkembangan jadwal tender dan hasil pembayaran penuh apabila MTO terealisasi. Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini menandai perubahan kepemilikan yang dapat berdampak pada strategi jangka menengah.
Rangkaian risiko dan peluang tetap ada. Jika MTO berjalan mulus dan kepemilikan terakumulasi, tingkat kendali pengendali baru bisa meningkatkan kepercayaan pasar dan likuiditas saham jangka menengah. Namun risiko perubahan strategi, kebijakan, atau tekanan regulator juga perlu dipertimbangkan. Analisis ini menekankan pendekatan jangka panjang lebih relevan dibanding spekulasi jangka pendek.
Yang perlu diamati ke depan adalah jadwal tender, kepastian pembayaran, dan potensi dampak terhadap likuiditas serta kinerja saham OLIV. Perubahan manajemen atau kebijakan bisa mengubah performa perusahaan dan persepsi investor. Publikasi lanjutan dari pihak terkait akan menjadi kunci untuk menilai arah yang lebih jelas.