Market terbuka dengan kehati-hatian, membuat dolar AS tetap kokoh melawan pesaingnya. Sentimen risiko cenderung surut meskipun beberapa dukungan teknis sempat muncul di awal sesi.
Indeks teknologi Nasdaq Composite mengalami koreksi setelah dua hari reli, mengakhiri tren positif di sesi sebelumnya. Sementara itu, USD Index ditutup lebih tinggi secara marginal, mengindikasikan stabilitas mata uang safe-haven.
Berita geopolitik yang berkaitan dengan negosiasi nuklir antara AS dan Iran menambah ketidakpastian dan mempengaruhi mood pasar di sesi Asia hingga Europe. Sinyal ini menahan potensi perbaikan risk-on dalam waktu dekat.
Pasar menantikan rilis inflasi Februari Jerman sebagai bagian dari kalender ekonomi Eropa, sementara data PPI AS bulan Januari dan PDB Kanada kuartal empat menjadi fokus investor. Perkiraan resmi bisa memberikan dorongan bagi pergerakan pasar obligasi dan mata uang.
USD index bergerak mendekati level 97.70 dan cenderung datar setelah gain beruntun, menimbulkan tekanan bagi pasangan mata uang berisiko. Namun, dinamika teknikal pada beberapa pasangan masih menunjukkan volatilitas ringan akibat rilis data yang menanti.
USD/JPY berada di sekitar 156.00 dengan pelaku pasar mencermati respons yen terhadap data inflasi Tokyo yang naik menjadi 1.6% pada Februari. Dolar cenderung didukung, sementara EUR/USD berada di sekitar 1.1800 dan GBP/USD bertahan di sekitar 1.3500 menjelang peristiwa data berikutnya.
Harga minyak WTI bergerak sedikit lebih tinggi sekitar 0.3% hingga dekat $65.70 per barel, mencerminkan pasokan global yang tetap menjadi fokus setelah beberapa faktor geopolitik dan permintaan global tetap dalam pantauan.
Harga emas (XAUUSD) cenderung flat di bawah level sekitar $5.200 per ounce, didorong oleh imbal hasil 10-tahun US Treasury yang stabil di sekitar 4%. Kondisi ini membatasi arah pergerakan emas dan menambah ketidakpastian bagi trader yang mengandalkan peluang basis suku bunga.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan return risk-off dan berhati-hati terhadap arah data ekonomi berikutnya. Para pelaku pasar disarankan memantau data inflasi Jerman dan PPI AS untuk memahami apakah risiko gejolak akan meningkat atau mereda dalam beberapa sesi ke depan.