Dalam perjalanan mengubah wajah pariwisata Indonesia, MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) mengguncang momentum pertumbuhan dengan kehadiran KEK Lido City. Inisiatif ini menyatukan pariwisata, perhotelan, dan properti premium dalam satu ekosistem terintegrasi, menjanjikan lonjakan pendapatan berulang bagi perusahaan. Analisis ini disajikan oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca setia kami.
KEK Lido City mencakup lahan sekitar 1.040 hektar dari total rencana pengembangan sekitar 3.000 hektar. CFO MNC Tourism, Edi Yanto, menegaskan bahwa batch pertama akan fokus pada 1.040 ha dengan rencana hingga sepuluh tahun ke depan. Cadangan lahan (landbank) yang tersisa sekitar 2.000 hektar memberi potensi ekspansi berkelanjutan bagi portofolio visinya.
KEK menawarkan insentif fiskal seperti pembebasan PPN, tax holiday, serta fasilitas nonfiskal berupa layanan perizinan terpadu dan kemudahan kepemilikan asing hingga 100 persen untuk sektor tertentu. Menurut Edi, kombinasi manfaat fiskal dan nonfiskal ini menjadi daya tarik utama bagi investor yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata dan industri kreatif di Lido.
Salah satu proyek utama adalah Trump International Resort Lido yang melingkupi lapangan golf championship, hotel mewah, dan area residensial premium. Lapangan golf ini dirancang oleh pegolf dunia Ernie Els dan telah beroperasi penuh dengan fasilitas lifestyle country club serta private clubhouse.
Trump Residences Lido mencakup 758 unit hunian dan 180 unit kondominium premium yang tersebar di sekitar kompleks golf, menambah daya tarik hunian bagi keluarga dan profesional dengan gaya hidup eksklusif.
Untuk memperkuat daya tarik wisata, perseroan juga mengembangkan amusement park berskala internasional dengan enam zona tematik, wahana permainan, pertunjukan hiburan, restoran, serta area ritel. Selain itu, Movieland, kompleks produksi film independen pertama di Indonesia, dilengkapi fasilitas produksi terpadu dari tahap pengambilan gambar hingga pascaproduksi. Venue konser outdoor LMAC Music ForAll Fest juga dirancang mampu menampung sekitar 50.000 pengunjung.
Di luar Lido, MNC Tourism juga mengembangkan proyek pariwisata lainnya seperti resort terpadu di Bali serta hotel premium di Jakarta dan Surabaya. Portofolio hospitality perseroan antara lain Park Hyatt Jakarta, Oakwood Hotel & Residence Surabaya, serta sejumlah properti perhotelan dan perkantoran yang dikelola melalui unit property management.
Portofolio tersebut ditargetkan mampu memberikan kontribusi pendapatan berulang bagi perusahaan melalui tingkat okupansi yang tinggi serta permintaan pasar yang stabil. Strategi ini berupaya memanfaatkan sinergi antara KEK, ekosistem pariwisata, dan demand segmen premium untuk mendorong pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.
Dengan dukungan insentif KEK dan portofolio properti premium, prospek jangka panjang KPIG terlihat positif. Namun investor perlu memperhatikan dinamika makroekonomi dan kebijakan regulasi yang dapat mempengaruhi tingkat investasi, okupansi, serta kelayakan proyek jangka menengah hingga panjang.