Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang dinamika FX di wilayah Latin Amerika. Saat ini, mata uang LatAm menonjol di pasar negara berkembang karena struktur imbal hasil yang menarik serta real rates yang tetap kompetitif meskipun volatilitas global masih tinggi. Carry trade tetap menjadi pendorong utama, dengan pelaku pasar memanfaatkan perbedaan imbal hasil antara aset berisiko dan mata uang lokal.
Meskipun fundamentalnya kuat, dinamika geopolitik dan fluktuasi harga komoditas tetap membentuk risiko bagi posisi carry. Gelombang hedging dan kebutuhan likuiditas menambah tekanan pada beberapa pasangan mata uang LatAm, sehingga kinerja wilayah ini bisa bervariasi jika pasar berubah arah secara drastis.
Dengan LatAm menunjukkan performa yang solid selama konflik, banyak analis melihat wilayah ini sebagai salah satu penopang utama pasar EM FX. Namun, jika sentimen risiko membaik secara luas, aliran modal bisa beralih ke aset APAC dan EMEA yang lebih murah, sehingga upside bagi mata uang Latin bisa terbatas.
Jika gencatan senjata bertahan dan sentimen risiko global membaik, potensi pemulihan kepemilikan aset berisiko bisa meluas. Meski carry LatAm menarik, pemulihan posisi tidak otomatis berarti dorongan berkelanjutan untuk mata uang regional; arus modal baru bisa lebih fokus pada wilayah yang dihargai lebih murah.
Valuasi di APAC dan EMEA yang lebih menarik bisa menjadi magnet bagi investor, sehingga rotasi risiko dapat meningkat secara signifikan. Pergerakan ini berpotensi mengurangi aliran ke LatAm meskipun fundamentalnya tetap sehat, tergantung pada dinamika kebijakan dan biaya pembiayaan dolar.
Pelaku pasar perlu memantau biaya pembiayaan dolar AS dan perubahan dalam kebijakan moneter global. Karena analisis dalam laporan ini bersifat netral, rekomendasi spesifik untuk MXNUSD belum dapat diberikan pada saat ini.