Lira Turki Stabil pasca Ketegangan AS-Iran: CBT Jaga Kepercayaan Pasar dan Proyeksi USD/TRY menuju 46.6

trading sekarang

Analisis dari para ekonom ING menunjukkan bahwa Lira Turki telah stabil pasca meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Ketidakpastian geopolitik berkurang dan Bank Sentral Turki (CBT) menjaga kebijakan yang menenangkan pasar. Pergerakan USD/TRY pun tampak lebih terpola dan cenderung stabil meskipun volatilitas global masih ada. Laporan ini dirangkum oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca kami.

Posisi long TRY turun secara signifikan sejak puncaknya, sementara cadangan FX CBT turun dari puncak US$210 miliar menjadi sekitar US$161 miliar. Hal ini mencerminkan dinamika likuiditas yang berubah dan arus pasar yang menyesuaikan diri dengan sentimen global. Meski demikian, data pasar menunjukkan bahwa aliran posisi long TRY mulai pulih sejalan dengan membaiknya sentimen global.

Secara makro, USD/TRY diperkirakan tetap pada trajektori stabil hingga sekitar 46.6 pada pertengahan 2026. Carry trades menuju TRY diperkirakan mulai kembali ketika kepercayaan pasar pulih dan volatilitas mereda. Para pejabat di Turki menjaga retorika positif untuk menahan tekanan pasar dan menjaga ekspektasi investor.

Secara makro, sinyal pasar menunjukkan perbaikan sentimen global yang mendorong ekspektasi bahwa carry trades pada TRY bisa kembali menarik. Para investor menilai kebijakan CBT dan kebijakan fiskal sebagai faktor yang menahan volatilitas jangka menengah. Proyeksi USD/TRY menuju tingkat 46.6 menambah dorongan terhadap pergerakan kurs di kisaran tersebut.

Kembalinya minat carry trades mengindikasikan aliran modal yang lebih besar menuju TRY dalam jangka menengah, meskipun dinamika kebijakan lokal tetap menjadi kunci. Perdagangan valas cenderung terarah pada korelasi dengan imbal hasil relatif antara AS dan Turki. Pelaku pasar perlu memperhatikan risiko geopolitik dan perubahan kebijakan moneter yang bisa memicu volatilitas.

Bagi trader ritel maupun institusi, manajemen risiko tetap penting. Karena proyeksi jangka menengah menunjukkan arah yang jelas namun volatilitas tetap ada. Strategi alokasi yang terdiversifikasi dengan stop loss yang proporsional perlu dipertimbangkan agar potensi upside sejalan dengan batas risiko.

broker terbaik indonesia