Lost Decade AS: Rotasi Sektor dan Peluang Strategi Investasi Menurut TD Securities | Cetro Trading Insight

trading sekarang

Analisis oleh Izidor Flajsman dari TD Securities meninjau periode yang populer disebut lost decade pada ekuitas AS. Ia menilai bahwa kinerja indeks utama cenderung datar atau bahkan turun saat mempertimbangkan imbal riil.

Tujuan studi ini bukan untuk merekomendasikan saham tertentu, melainkan mengeksplorasi bagaimana strategi pasif maupun dinamis di kelas aset lain seperti obligasi, komoditas, dan ekuitas telah bekerja selama masa tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa selama lost decade, imbal riil ekuitas secara rata‑rata mendekati nol hingga sedikit negatif, yaitu sekitar -0,2% per tahun. Sebaliknya, ekuitas di luar periode ini bisa mencapai sekitar 17% imbal riil per tahun, menandakan pergeseran kepemimpinan antar sektor.

Saat fase kehilangan momentum berlangsung, posisi relatif antar sektor bergerak secara dinamis. Kepemilikan berubah dari fokus siklis ke fokus pada bagian yang lebih defensif, tergantung kondisi ekonomi.

Empat ranah yang memberikan kontribusi positif secara konsisten adalah Small Cap, Value, Energi, dan Non-Durables, yang cenderung bertahan lebih baik saat siklus melambat.

Di sisi lain, pada masa normal, S&P 500 tetap menjadi tolok ukur utama, meskipun kinerja gaya investasi lain kadang melampaui dalam periode tertentu.

Penelitian ini tidak menyarankan saham spesifik, melainkan menilai kinerja beragam strategi lintas fixed income, komoditas, dan ekuitas ketika fase lost decade telah berjalan.

Untuk investor ritel, fokus pada valuasi, paparan terhadap siklus komoditas, dan diversifikasi portofolio menjadi kunci untuk memahami perbedaan kinerja sepanjang siklus.

Dari sisi risiko-imbalan, pedoman umum mengarah pada target minimal 1:1,5; alokasi portofolio perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investor. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

banner footer