Dalam lanskap pertambangan Indonesia, langkah eksplorasi PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) menandai babak baru bagi industri batu bara. Pada kuartal pertama 2026, MCOL mencatat realisasi belanja eksplorasi sebesar USD15,6 ribu, meski total anggaran mencapai USD206,3 juta. Informasi ini dirilis melalui keterbukaan publik perusahaan dan menegaskan komitmen MCOL dalam meningkatkan cadangan melalui eksplorasi berkelanjutan.
Aktivitas eksplorasi dilakukan melalui anak usaha MCOL di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan, dengan fokus pada pengeboran infill. Pelaksanaan pekerjaan diawasi langsung oleh PT Mandiri Intiperkasa melalui divisi geologi guna memastikan keakuratan data lapangan. Peralatan yang digunakan meliputi Jacro 250, Jacro 350, dan Jacro 450 dengan kedalaman bor hingga 350 meter.
Semua biaya yang dicatat pada periode Januari-Maret 2026 disajikan sebagai biaya operasional. Kegiatan pengeboran juga mencakup geophysical logging untuk mendapatkan gambaran geologi yang lebih rinci. Hasil kerja lapangan ini menjadi komponen penting dalam rencana pengembangan tambang dan evaluasi potensi cadangan batu bara milik perusahaan.
Sepanjang kuartal I-2026, MCOL merealisasikan pemboran sebanyak 54 titik dengan total kedalaman 647 meter, menunjukkan intensitas eksplorasi yang konsisten. Data ini memberikan gambaran konkret tentang seberapa luas aktivitas lapangan telah berjalan sejak awal tahun. Pekerjaan bor berlangsung untuk menguatkan dasar teknis evaluasi cadangan dan rencana produksi di masa mendatang.
Pengujian kualitas batu bara dilakukan oleh Sucofindo, lembaga pengujian independen yang diakui. Pemeriksaan mutu menjadi bagian tak terpisahkan dari proses eksplorasi untuk memastikan bahwa cadangan memenuhi standar kualitas yang diperlukan. Dengan dukungan auditor independen, hasil tes memberikan keandalan terhadap estimasi potensi produksi.
Operasional pengeboran dilakukan dalam kerangka kerja yang diawasi langsung oleh PT Mandiri Intiperkasa melalui divisi geologi, menegaskan pentingnya kontrol teknis. Mesin bor Jacro 250, 350, dan 450 digunakan untuk mencapai kedalaman 350 meter sesuai parameter rencana. Pemantauan berkelanjutan terhadap proses pengeboran membantu perusahaan mengelola risiko operasional.
Rencana pemboran untuk kuartal II-2026 mencakup 22 titik dengan target kedalaman total sekitar 5.484 meter, menunjukkan percepatan aktivitas eksplorasi. Target ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengumpulkan data geologi yang lebih lengkap dan menilai potensi cadangan secara lebih komprehensif. Anggaran eksplorasi masih menjadi fokus utama dalam perencanaan keuangan MCOL, yang akan terus diawasi secara ketat.
Keputusan untuk meningkatkan laju pemboran didorong oleh potensi cadangan batu bara di wilayah Kalimantan Utara dan Nunukan, yang selama ini menjadi fokus eksplorasi MCOL. Investor perlu memahami bahwa peningkatan aktivitas eksplorasi bisa membawa dampak positif jangka panjang meski secara near-term beban biaya operasional tinggi. Cetro Trading Insight memantau perkembangan ini sebagai bagian dari laporan kami untuk pemangku kepentingan.
Dalam konteks pasar, data eksplorasi MCOL memberikan bahan pertimbangan bagi investor yang melihat nilai jangka panjang pada perusahaan pertambangan batu bara Indonesia. Meskipun fokus utama adalah eksplorasi, tren anggaran dan realisasi bor terbuka peluang bagi harga saham MCOL jika cadangan meningkat signifikan. Melalui analisis fundamental, kami menyarankan investor untuk menimbang potensi risiko operasional dan volatilitas harga komoditas.