MINE menebar langkah berani di tengah dinamika pasar komoditas global dan ketidakpastian harga komoditas tahun lalu. Kebijakan pembagian dividen tunai sebesar Rp60,23 miliar menonjolkan komitmen perusahaan terhadap nilai tambah bagi pemegang saham. Besaran dividen per saham mencapai Rp14,75, menunjukkan keberanian perusahaan untuk membagi hasil dari kinerja yang terukur. Secara keseluruhan, langkah ini relevan bagi investor yang mencari sinyal kestabilan cash flow di sektor tambang yang bergejolak.
Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menegaskan bahwa dividen ini lahir dari laba bersih 2025 yang berada pada posisi positif. Kebijakan ini mencerminkan disiplin manajemen dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai dan penguatan fundamental usaha. Meski menghadapi dinamika industri, langkah kebijakan keuangan ini dinilai sejalan dengan tujuan jangka panjang perusahaan.
Sementara itu, perseroan juga menetapkan cadangan umum sebesar Rp1 miliar, dengan sisa laba ditahan dialokasikan sebagai saldo laba. Penempatan cadangan ini diklaim sebagai bagian dari upaya menjaga likuiditas serta dukungan bagi rencana ekspansi di masa mendatang. Ivo menyatakan bahwa keputusan dividen di masa depan akan mempertimbangkan keuangan, agenda ekspansi, serta tren industri secara komprehensif.
Analisis kinerja sepanjang 2025 menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan sebesar 11,8 persen menjadi Rp2,36 triliun. Angka tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga momentum meskipun ada tantangan sektor tambang dan dinamika ekonomi global. Peningkatan pendapatan ini menjadi landasan bagi investor untuk menilai keberlanjutan pertumbuhan laba perusahaan di tahun-tahun mendatang.
Jadwal penyaluran dividen menambah konteks positif bagi sentimen investor. Cum Dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan 30 April 2026, diikuti Ex Dividen pada 4 Mei 2026. Cum Dividen di pasar tunai tercatat 5 Mei 2026, dengan Ex Dividen 6 Mei 2026, dan Pembayaran Dividen pada 22 Mei 2026. Kalender ini mencerminkan manajemen yang transparan dalam menyampaikan hak dividen kepada pemegang saham.
Ivo menekankan bahwa keputusan dividen di masa depan akan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan, kebutuhan ekspansi, serta tren industri tambang. Upaya ini sejalan dengan visi pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis perseroan. Secara keseluruhan, manajemen menegaskan fokus pada penciptaan nilai bagi pemegang saham sambil menjaga fondasi operasional yang sehat.