
Menilik notulen rapat Banco Central do Brasil BCB, para analis EM menilai jalur kebijakan saat ini menggabungkan pelonggaran bertahap dengan jeda. Langkah ini ditujukan untuk menahan inflasi agar kembali berada pada target 3 persen pada kuartal pertama tahun 2028.
Menurut analisis Cetro Trading Insight, notulen memperkuat pandangan bahwa pelonggaran akan dilakukan secara bertahap sambil mengamati dinamika inflasi agar tidak menimbulkan kejutan bagi pasar.
Pembuat kebijakan juga menunjukkan preferensi untuk mengikuti jalur yang sejalan dengan ekspektasi pasar dan analis guna membatasi volatilitas finansial dan makro yang bisa muncul akibat perubahan kebijakan yang terlalu agresif.
Dalam konteks pasar FX negara berkembang, notulen menyiratkan bahwa jalur pelonggaran dengan jeda dapat mempengaruhi nilai tukar BRL terhadap USD secara tidak langsung melalui pergeseran ekspektasi inflasi dan arus dana global.
USD/BRL saat ini berada dekat dengan garis 200 hari di sekitar level 5.25, mencerminkan dinamika antara kebijakan moneter dan sentimen risiko di pasar LatAm.
Rilis laporan inflasi triwulan berikutnya dipandang penting untuk mengklarifikasi arah kebijakan selanjutnya serta potensi volatilitas. Investor disarankan memantau data inflasi dan komentar pembuat kebijakan sebagai panduan arah berikutnya di pasar FX.