Minyak Brent tetap didorong oleh premi risiko geopolitik yang besar menjelang pertemuan AS–Iran dan negosiasi Rusia–Ukraina di Jenewa. Laporan dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa pasar menilai risiko geopolitik sebagai faktor utama yang menopang harga. Ketidakpastian bagaimana rangka negosiasi akan berkembang membuat arah gerak harga tetap sulit diprediksi.
Bagi parameter teknis, beberapa analis mencatat bahwa jika nada negosiasi cenderung meredam, fundamental bearish bisa kembali mendominasi. Dalam skenario tersebut, tekanan turun bisa meningkat meski premi risiko tetap ada. Oleh karena itu volatilitas bisa meningkat di kelas minyak mentah utama.
Perjalanan menuju negosiasi akan menentukan arah harga dalam beberapa minggu mendatang. Dalam rilis ini, Cetro Trading Insight menekankan bahwa faktor risiko geopolitik dan kebijakan OPEC+ saling mempengaruhi, memperkuat ketidakpastian pergerakan harga. Investor perlu memantau perkembangan sentimen pasar secara berkala.
Kelompok OPEC+ telah menahan peningkatan pasokan pada kuartal pertama karena faktor musiman. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan harga dalam periode permintaan yang fluktuatif. Analisis menunjukkan bahwa kebijakan tersebut memberi stabilitas sementara bagi pasar minyak.
Seiring neraca pasokan menunjukkan surplus besar pada kuartal kedua, kebanyakan analis menilai tidak diperlukan peningkatan produksi dari April. Artinya, jika rapat OPEC+ memutuskan untuk menambah pasokan, surplus yang diproyeksikan bisa membesar. Nilai-nilai ini menegaskan bahwa keputusan April memiliki potensi untuk menggoyang struktur harga secara signifikan.
Di sisi lain, beberapa anggota OPEC+ berpendapat pasar dapat menyerap tambahan pasokan tanpa menekan harga terlalu jauh. Dalam skenario tersebut, peningkatan produksi dapat memperpanjang periode surplus harga. Pasar perlu waspada terhadap ketidakpastian kebijakan ketika rapat resmi berlangsung.
Analisis fundamental menekankan bahwa premi risiko geopolitik masih menopang harga minyak. Namun, jika nada pembicaraan di Jenewa meredam ketegangan, tekanan bearish bisa kembali muncul. Hal ini menempatkan Brent pada kondisi yang mudah berubah tergantung narasi yang dihasilkan.
Pelaku pasar perlu memperhatikan perubahan narasi: komentar pejabat, jadwal pertemuan, dan potensi sanksi baru. Kondisi ini juga menuntut manajemen risiko yang hati-hati dan strategi lindung nilai yang fleksibel. Nilai ekspektasi pasar akan berubah seiring dengan aliran informasi dari kedua pihak.
Rangkaian pertemuan di Jenewa bisa menjadi titik balik untuk arah harga dalam jangka pendek hingga menengah. OPEC+ juga menjadi penentu neraca pasokan jika mereka memutuskan untuk menambah atau menahan produksi. Investor disarankan mengikuti rilis resmi serta analisis para ahli industri untuk menilai peluang investasi.