
Perdagangan di Wall Street berjalan berhati-hati mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Indeks utama seperti S&P 500 turun 0,1 persen pada sesi pembukaan Senin, 4 Mei 2026, meski sebagian investor tetap optimistis karena perusahaan besar menunjukkan ketahanan laba. Dow Jones Industrial Average melemah sekitar 174 poin, sementara Nasdaq menguat tipis kurang dari 0,1 persen.
Di sisi komoditas, harga minyak Brent sempat menembus level USD114 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik seputar jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ketegangan ini berlandaskan klaim serangan terhadap kapal Angkatan Laut AS yang dilaporkan media Iran, meski kemudian dibantah oleh militer AS. Pasar jadi sangat volatil karena berita yang saling bertentangan ini.
Di pasar kontrak berjangka, performa futures terlihat campur aduk. S&P 500 futures turun 0,2 persen sebelum pembukaan, Dow futures melemah 0,5 persen, dan Nasdaq futures turun 0,1 persen. Sementara minyak mentah AS mengalami kenaikan drastis awalnya sekitar lima persen sebelum akhirnya naik secara moderat sekitar dua hingga tiga persen setelah bantahan AS keluar. Di sisi kebijakan, pemerintah AS tetap aktif di Teluk Persia dengan Presiden Trump menyatakan kesiapan memandu kapal melewati Selat Hormuz meski rincian teknis operasinya belum dirilis. Harga minyak mentah acuan AS naik 2,18 dolar menjadi 104,12 per barel, sedangkan Brent melonjak 3,06 dolar menjadi 111,23 per barel. Analis menilai minyak tetap menjadi faktor kunci karena arteri perdagangan utama melalui Hormuz masih bergolak.
Para analis menyebut minyak sebagai poros utama pasar karena ratusan kapal tanker dan kapal kargo tertahan di area Teluk. Stephen Innes dari SPI Asset Management menyatakan bahwa pasar minyak tetap menjadi titik krusial, dengan keterbatasan penyimpanan membuat produsen harus menghentikan sebagian produksi. Dinamika tersebut menambah tekanan pada pasar finansial global yang sudah rapuh.
Ketegangan geopolitik di sekitar Hormuz memicu volatilitas pada rapat-rapat investor. Laporan yang saling bertentangan antara media Iran dan bantahan militer AS menambah ketidakpastian terhadap jalur distribusi minyak global. Para pelaku pasar menyaksikan pergerakan harga minyak yang berfluktuasi secara signifikan.
Di balik dinamika minyak, investor dan trader berfokus pada bagaimana konflik Iran dan pembukaan jalur Hormuz akan memengaruhi aliran minyak dunia dan kemampuan produsen untuk menjaga suplay. Sinyal pasar akan bergantung pada perkembangan geopolitik dan langkah-langkah kebijakan AS selama beberapa minggu mendatang.
Di sektor korporasi, kabar terkait akuisisi menarik perhatian investor. GameStop yang didukung oleh investor terkemuka Ryan Cohen berencana mengakuisisi eBay dengan valuasi sekitar 56 miliar dolar. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk bersaing dengan raksasa e-commerce Amazon dan memperluas ekosistem ritel digital.
GameStop menyoroti potensi sekitar 1.600 tokonya di AS yang berpeluang menjadi lokasi pengiriman dan pengambilan barang, menambah dimensi operasional dalam strategi perusahaan. Informasi ini memberi gambaran bagaimana kombinasi toko fisik dan platform online dapat memperkuat posisi kedua perusahaan.
Sebagai konsekuensi, pergerakan harga menunjukkan dinamika kontras: saham eBay melonjak hampir 8 persen pada perdagangan pra-pasar, sementara saham GameStop turun sekitar 2,6 persen. Investor menimbang dampak persaingan ritel online terhadap prospek laba kedua perusahaan di masa depan.