Harga minyak mentah rebound dari level dua minggu tertinggi dan terendah, kembali mendekati area $57,50. Reaksi pasar dipicu oleh dinamika geopolitik dan berita bahwa AS berupaya mempengaruhi output Venezuela. Investor menimbang risiko pasokan global yang masih tinggi meskipun ada upaya perbaikan jangka pendek.
\nMinyak WTI berhasil mengakhiri koreksi sesi Asia dan menanjak ke area intrahari dekat $57,59 sebelum pembukaan sesi AS. Pergerakan ini menandai kelanjutan rebound pasca penutupan pasar Asia. Analisis awal menunjukkan gabungan faktor geopolitik dan sentimen pasar yang membatasi penurunan lebih lanjut.
\nIntervensi AS dan pernyataan Presiden Donald Trump meningkatkan kekhawatiran pasar mengenai kelebihan pasokan, khususnya terkait Venezuela yang memegang bagian signifikan dari cadangan global. Namun, pandangan ini mulai pudar ketika analisis menunjukkan renovasi industri minyak Venezuela memerlukan investasi besar dan waktu bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuat potensi pelemah harga menjadi lebih terbatas dalam waktu dekat.
\n\nOPEC+ sepakat menahan tingkat produksi tidak berubah dalam akhir pekan, sebuah langkah yang bertujuan menjaga stabilitas harga. Komitmen ini muncul setelah harga tertekan sepanjang tahun 2025, mencapai depresiasi sekitar 18%. Seruan untuk stabilitas pasokan tetap menjadi pilar utama kebijakan pasar minyak global.
\nAnalisis teknikal menunjukkan harga minyak mempertahankan level support di sekitar $56,0-$57,0 meskipun tekanan dari berita geopolitik. Rebound menuju $57,50-57,60 menunjukkan minat pembeli yang relatif kuat di area kunci tersebut. Namun, volatilitas tetap tinggi karena faktor-faktor geopolitik dan dinamika supply/demand global.
\nSecara jangka menengah, adanya dukungan dari OPEC+ dan potensi pembatasan produksi menambah peluang bagi harga untuk bergerak lebih tinggi menuju kisaran $59-61. Risiko utama tetap berasal dari perubahan kebijakan AS terhadap Venezuela dan perubahan permintaan global. Investor disarankan memperhatikan perkembangan kebijakan output dan data suplai EIA untuk memperkirakan trajektori harga.
\n