Harga minyak tertekan karena ekspektasi bahwa restrukturisasi industri minyak Venezuela dapat meningkatkan pasokan minyak mentah secara global. Pasar menilai langkah ini sebagai potensi penambahan pasokan yang bisa memperberat tekanan harga. Sentimen turun ini diperparah oleh dinamika pasokan dan kendali output yang cenderung menunjukkan peningkatan supply global.
Para investor juga menantikan rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS untuk memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter. Data NFP bulan Desember diperkirakan akan mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap laju kebijakan moneter Federal Reserve. Ketidakpastian ini mempertahankan volatilitas harga minyak di level rendah namun tetap berisiko tinggi.
Di sisi geopolitik, aksi militer AS terkait Venezuela menambah faktor risiko bagi harga minyak. Penahanan Presiden Nicolas Maduro atas tuduhan perdagangan narkoba menambah ketegangan yang bisa memicu pergeseran volatilitas pasar. Secara umum, para pelaku pasar memantau langkah-langkah reformasi industri minyak Venezuela sebagai kunci potensi penyesuaian pasokan global.
Dari sudut teknikal, minyak berada di bawah EMA 20-hari sekitar 57,47, membatasi upaya rebound. Indikator RSI 14-hari berada di sekitar 41,7, menunjukkan momentum yang lemah tanpa sinyal jenuh jual. Penurunan MA 20-hari yang terus berlanjut memperkuat bias bearish dalam jangka pendek.
Jika harga mampu bertahan di bawah EMA 20-hari, dinamika teknikal menunjukkan potensi retracement lebih dalam ke level support terdekat di sekitar 55,00. Pasar cenderung melihat peluang turun lebih lanjut jika penembusan di zona tersebut terjadi.
Namun, penutupan harian di atas EMA 20-hari bisa mengubah nada menjadi keseimbangan, membuka peluang bagi pergerakan menuju level resistance sekitar 60,00 yang menjadi target bulan Desember.
Rencana perdagangan saat ini mengarahkan pada posisi jual pada WTIUSD dengan level pembukaan sekitar 56,10. Strategi ini berlandaskan pada bias teknikal yang dominan dan konteks fundamental yang menahan harga di level rendah. Kebijakan moneter dan dinamika pasokan tetap menjadi pendorong utama dalam kerangka ini.
Untuk manajemen risiko, disarankan stop loss berada di sekitar 60,00 guna membatasi kerugian apabila harga melonjak. Target keuntungan ditempatkan di sekitar 50,00 untuk mencapai rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5. Pergerakan harga di atas EMA 20-hari atau penembusan di bawah level 55,00 perlu diwaspadai sebagai sinyal perubahan arah yang signifikan.
Dengan volatilitas yang diharapkan tetap tinggi karena rilis NFP dan dinamika kebijakan The Fed, para pelaku pasar sebaiknya memantau penutupan harian dekat EMA serta pergerakan di sekitar level 55-60 untuk konfirmasi arah selanjutnya.