Lembaga analis ING, Ewa Manthey dan Warren Patterson, mencatat harga minyak menunjukkan stabil setelah presiden AS memperpanjang tenggat Iran menjadi 6 April. Langkah ini meredakan tekanan jangka pendek. Namun, efeknya tetap mengangkat premi geopolitik yang menjadi landasan pergerakan harga.
Analisis mereka menekankan bahwa pasokan signifikan tetap berisiko. Ketegangan regional dan gangguan aliran LNG memperkuat volatilitas pasar. Para pelaku pasar perlu memantau dinamika produksi dan kebijakan negara produsen utama.
Stabilitas harga ini tidak menghapus risiko sepenuhnya. Premi geopolitik diperkirakan tidak akan mereda secara berarti meskipun ada jeda konflik. Investor perlu memantau peristiwa di wilayah Teluk secara berkelanjutan.
Menurut laporan, sekitar 8 juta barel per hari produksi minyak kini offline. Aliran melalui Teluk tetap rentan terhadap gangguan. Kondisi ini membuat pasokan global menjadi lebih sensitif terhadap kejadian regional.
Ekstensi gencatan senjata menambah sedikit ketenangan jangka pendek. Namun, kedua pihak terus melakukan serangan dan AS dilaporkan memperkuat kehadiran militernya di wilayah tersebut. Hal ini menjaga kekhawatiran gangguan pasokan tetap tinggi.
Dalam pasar LNG, risiko pasokan meningkat setelah badai tropis memaksa penutupan produksi di tiga fasilitas LNG Australia. Peristiwa itu menyumbang sekitar 8% pasokan global dan menambah hambatan bagi pembeli Asia. Disrupsi ini memperparah tekanan harga di pasar energi.
Kejadian tersebut memperparah tekanan yang sudah ada akibat penutupan Selat Hormuz dan fasilitas LNG Qatar. Pembeli Asia sangat bergantung pada impor LNG, sehingga perubahan pasokan menimbulkan volatilitas harga. Harga minyak di wilayah ini cenderung merespons berita geopolitik lebih cepat.
Dinamika pasokan menambah ketatnya akses energi global dan mendorong negara-negara pembeli untuk mengejar alternatif sumber energi. Diversifikasi pasokan menjadi strategi utama bagi pembeli Asia. Langkah-langkah ini menandai perubahan perilaku pasar yang lebih berorientasi pada risiko.
Artikel ini disusun dengan bantuan alat AI dan direview redaksi Cetro Trading Insight. Meskipun demikian, inti analisis tetap menekankan geopolitik sebagai faktor utama yang membentuk prospek harga ke depan. Oleh karena itu para pelaku pasar perlu memantau pembaruan kebijakan dan aktivitas produsen utama secara berkala.