Niramas Utama Tbk (JELI) Siap IPO: Laba Melonjak, Ekspansi Gummy Candy Jadi Andalan

Niramas Utama Tbk (JELI) Siap IPO: Laba Melonjak, Ekspansi Gummy Candy Jadi Andalan

trading sekarang

Dalam laporan publik yang disampaikan melalui Cetro Trading Insight, Niramas Utama Tbk (JELI) menegaskan kinerja keuangan menjelang IPO BEI pada 7 Juli 2026. Perusahaan makanan dan minuman yang dikenal lewat merek INACO ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp39,4 miliar untuk tahun 2025, naik sekitar 220 persen dari Rp12,3 miliar pada 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa manajemen berhasil mengubah tantangan pendapatan menjadi margin yang lebih sehat menjelang proses pencatatan saham perdana.

Di sisi pendapatan, perusahaan mencatat penurunan sekitar 4,49 persen menjadi Rp753,01 miliar pada 2025 dibandingkan Rp788,4 miliar tahun sebelumnya. Adhi S Lukman, Direktur Niramas, menjelaskan bahwa penurunan ini sebagian dipicu evaluasi menyeluruh terhadap portofolio produk dan margin, dengan menghentikan sejumlah SKU yang dianggap kurang produktif. Langkah tersebut, meski berdampak pada pendapatan jangka pendek, diyakini akan memperkuat fondasi keuangan untuk IPO dan masa depan.

EBITDA perusahaan melonjak 28,14 persen menjadi Rp102,3 miliar pada 2025, sementara Return on Equity meningkat menjadi 26,82 persen dari 9,81 persen pada 2024. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) juga menunjukkan perbaikan dari 3,82 kali pada 2023 menjadi 2,79 kali pada 2025, menandakan struktur keuangan yang lebih kokoh. Secara keseluruhan, manajemen menegaskan bahwa landasan operasional yang lebih efisien akan mendukung rencana ekspansi dan pelaksanaan IPO.

Strategi produk Niramas Utama Tbk menonjol melalui keputusan untuk menyaring portofolio dan memprioritaskan produk dengan pertumbuhan lebih tinggi serta margin yang lebih sehat. Perusahaan mengatakan beberapa SKU dihentikan sebagai bagian dari penataan portofolio yang lebih efisien. Pada saat yang sama, sekitar 51,04 persen dana dari IPO direncanakan dialokasikan untuk penyertaan modal pada anak usaha, Niramas Pandaan Sejahtera, untuk memperluas kapasitas produksi.

Rencana pengembangan lini produk gummy candy menjadi fokus utama, karena segmen ini diyakini memiliki peluang pertumbuhan yang kuat dan potensi ekspor. Niramas menyebut pasar internasional sebagai peluang yang menarik melalui diferensiasi produk yang menargetkan berbagai kelompok usia. Inisiatif ini diharapkan memperkuat daya saing INACO di pasar domestik dan mancanegara.

Perusahaan menegaskan kinerja operasional yang sudah ada, dengan empat fasilitas produksi berlokasi di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi, serta lebih dari 115 SKU aktif. Distribusi produk dilakukan melalui 251 titik distribusi di Indonesia dan telah mengekspor ke lebih dari 30 negara. Hal tersebut memberikan fondasi bagi ekspansi yang diiringi dengan kebijakan kualitas dan rantai pasok yang lebih terkelola.

Efisiensi Operasional dan Infrastruktur Digital

Di balik kinerja gemilang, Niramas menampilkan fokus kuat pada efisiensi operasional. Perusahaan terus melakukan reformulasi produk untuk meningkatkan margin dan mengurangi biaya. Selain itu, proses produksi telah didigitalisasi dengan implementasi SAP sejak 2017, dan perusahaan berupaya meningkatkan otomasi manufaktur dengan penggunaan panel surya yang mulai diterapkan pada 2025.

Di tengah tekanan nilai tukar dolar terhadap biaya bahan baku impor, manajemen menekankan bahwa efisiensi operasional menjadi kunci menjaga profitabilitas. Langkah-langkah seperti digitalisasi, reformulasi produk, dan peningkatan otomatisasi diharapkan membantu perusahaan menjaga biaya produksi tetap terkendali meski lingkungan valuta asing volatil.

Para analis industri menilai bahwa dana IPO akan digunakan untuk mempercepat implementasi inisiatif ini, mendukung ekspansi kapasitas serta peningkatan ketahanan rantai pasokan. Cetro Trading Insight melihat potensi positif dari kombinasi peningkatan margin, ekspansi produk gummy, dan efisiensi operasional sebagai pendorong fundamental jangka menengah untuk saham JELI, meski tetap mempertimbangkan volatilitas eksternal.

banner footer