NZD/USD mundur dari level tertinggi empat bulan setelah inflasi NZ yang tinggi dirilis pada hari Jumat. Kendati dolar AS menguat secara moderat, penurunan pasangan ini terbatas oleh dukungan fundamental yang masih menguntungkan kiwi. Pasangan ini turun dari sekitar 0,5930 menuju kisaran 0,589-0,590, menandakan fleksibilitas korektif yang relatif terjaga.
Secara teknis, terobosan pada Simple Moving Average 200-hari menjadi sinyal penting bagi arah jangka menengah. Break tersebut memberikan dukungan pada pandangan bullish di kalangan pelaku pasar yang ingin menantikan konfirmasi lebih lanjut. Namun level resistance terdekat sekitar 0,5930–0,5950 bisa menjadi hambatan yang membatasi pergerakan.
Para pelaku pasar juga menantikan rilis PMI pendahulu AS yang dapat menggerakkan dolar dan mempengaruhi NZD/USD. Dalam konteks ini, perbedaan kebijakan antara RBNZ dan Fed cenderung membatasi penurunan lebih dalam bagi pasangan ini meski dinamika umum masih mendukung kiwi. Secara teknis maupun fundamental, peluang arah lanjutan bergantung pada episod data ekonominya.
Data inflasi konsumen NZ menyentuh 3,1% secara tahunan pada kuartal keempat, melampaui kisaran target bank sentral. Angka ini memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) berpotensi menaikkan suku bunga di sisa tahun ini. Pasar juga menilai perbedaan kebijakan ini bisa membatasi tekanan turun pada NZD/USD.
Dolar AS bergerak moderat lebih tinggi, membantu menahan penurunan lebih lanjut pada pasangan ini. Sentimen positif di pasar saham global mendorong sentimen risiko yang menguntungkan Kiwi meski ada kekhawatiran terhadap arah kebijakan Fed. Di sisi lain, optimisme bahwa Fed akan menunda pemangkasan suku bunga bisa menjadi faktor penahan bagi penguatan USD.
Perbedaan kebijakan antara RBNZ dan Fed bisa menjadi kunci bagi pembatasan kerugian lebih dalam bagi NZD/USD. Secara teknis, terobosan SMA 200-hari menambah bobot pada bias bullish meskipun pergerakan harga belum menembus level tertinggi sebelumnya. Para analis menilai sinyal ini perlu konfirmasi dari harga penutupan harian.
Secara praktis, trader disarankan menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil posisi yang signifikan. Meskipun ada bias bullish jangka pendek, volatilitas harian tetap tinggi karena rilis data ekonomi bisa mengubah arah dengan cepat. Pendekatan kehati-hatian dan manajemen risiko menjadi kunci dalam skenario ini.
Jika harga berhasil menutup di atas zona kunci 0,5930–0,5950, skenario teknikal mendukung kelanjutan pergerakan ke 0,6000 atau lebih tinggi dalam beberapa sesi. Target ini bersifat indikatif dan harus dipadukan dengan konfirmasi dari bundel indikator. Pedagang juga perlu memonitor pergerakan RSI atau volume untuk validasi.
Sebaliknya, kejutan data AS yang memperkuat dolar bisa menekan NZD/USD kembali ke area 0,5850 atau lebih rendah. Dalam situasi semacam itu, penggunaan stop loss dan pembatasan risiko menjadi vital untuk melindungi modal. Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap perubahan sentimen dan volatilitas pasar.