
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. NZD/USD terlihat menguat untuk hari kedua, didorong optimisme atas kesepakatan damai antara AS dan Iran yang menekan indeks dolar. Faktor fundamental terkait kebijakan moneter Selandia Baru juga menjadi pendorong utama, meski pasar belum menunjukkan keyakinan penuh.
RBNZ menampilkan nada hawkish, yang menjadi tailwind bagi NZD dan mendukung harga spot. Proyeksi bank sentral menambah ekspektasi bahwa suku bunga bisa naik lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Kondisi ini menambah basis bagi kiwi meski posisi nya masih terbatas oleh ketidakpastian global.
Para pelaku pasar bersiap menghadapi keputusan FOMC yang akan dirilis dalam dua hari ke depan. Meski banyak yang memperkirakan tidak ada perubahan pada suku bunga, fokus juga pada update proyeksi ekonomi dan dot plot yang bisa memberi petunjuk jalur kebijakan ke depan. Arah jangka pendek NZD/USD masih supra-optimis tetapi tetap rapuh karena reaksi pasar terhadap kebijakan AS.
Secara teknikal, NZD/USD menunjukkan bias positif, meski komitmen kenaikan terlihat belum kuat. Pergerakan harga saat ini berada di sekitar pertengahan kisaran 0.58, menggambarkan fase konsolidasi yang menguji momentum beli dan jual. Banyak pelaku pasar menantikan konfirmasi arah dari keputusan FOMC untuk memvalidasi tren jangka pendek.
Volume perdagangan relatif terbatas karena menantikan keluarnya keputusan FOMC dua hari ini. Ketidakpastian kebijakan membuat pelaku pasar berhati-hati saat mempertimbangkan pembukaan posisi baru. Meski demikian, peluang teknikal tetap ada jika momentum positif berhasil menembus level resistance terkait.
Data neraca berjalan NZ menunjukkan defisit yang lebih sempit pada kuartal Maret, memberi dukungan bagi kiwi secara fundamental. Di samping itu, proyeksi RBNZ yang mengisyaratkan beberapa kenaikan suku bunga di sisa tahun ini memperkuat kasus bagi NZD/USD. Secara keseluruhan, aksi harga lebih condong ke area positif namun koreksi diperkirakan terbatas.
Fokus utama adalah kebijakan FOMC dan bagaimana proyeksi ekonomi memetakan jalur suku bunga ke depan. Pasar menunggu bahwa keputusan akan mempertahankan suku bunga namun menilai dot plot dan komentar pejabat Fed untuk petunjuk lebih lanjut. Dampaknya terhadap USD bisa melemah jika ekspektasi meneruskan pelemahan dolar.
Analisis menunjukkan bahwa perubahan kebijakan Fed tidak selalu merugikan NZD, asalkan prospek hawkish RBNZ tetap relevan. Investor menilai sinyal dari pernyataan ketua Fed dan anggota FOMC untuk memahami arah jangka menengah pasangan. Arah tersebut bisa memberi ruang bagi kiwi jika tekanan inflasi tidak memaksa jeda lebih lama.
RBNZ menargetkan jalur kenaikan bertahap, hingga akhir tahun mendekati kisaran sekitar 2.85 persen. Kebijakan yang lebih ketat mendukung pilar bullish bagi NZD, meskipun volatilitas global tetap tinggi karena ketidakpastian geopolitik dan perubahan likuiditas pasar. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap menjaga manajemen risiko yang tepat dan memanfaatkan peluang beli pada penyempitan penurunan harga.