NZDUSD Diperdagangkan Flat di Tengah Data AS Kuat dan Ketegangan Dagang AS-Tiongkok

NZDUSD Diperdagangkan Flat di Tengah Data AS Kuat dan Ketegangan Dagang AS-Tiongkok

NZDUSD diperdagangkan tanpa arah jelas terhadap USD pada hari Kamis, mencerminkan dominannya fokus investor pada data makro AS. Penjualan ritel November naik 0,6 persen menjadi sekitar 735,9 miliar dolar, melebihi ekspektasi dan menegaskan momentum belanja rumah tangga. Sementara itu, indeks harga produsen menunjukkan inflasi yang tetap kuat dengan pembacaan umum dan inti di sekitar 3 persen secara tahunan, memperkuat gambaran bahwa The Fed bisa mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

Pasar menilai bahwa kebijakan moneter AS masih akan berada pada jalur yang lebih restriktif untuk beberapa waktu. Ketika Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari menyebut ekonomi AS cukup tahan banting meski inflasi masih tinggi, para peserta pasar menimbang ulang timeline pemangkasan suku bunga. Morgan Stanley bahkan menunda ekspektasi pemotongan hingga bulan Juni dan September, dari rencana sebelumnya di Januari dan April.

Secara internasional, Kiwi tertahan oleh kekhawatiran bahwa perang dagang antara AS dan Tiongkok akan berlanjut. Langkah eksekutif AS yang memberlakukan tarif pada semikonduktor dan potensi pungutan pada mineral kritis menambah tekanan pada daya tarik aset berisiko. Namun data neraca perdagangan Tiongkok yang terbaru meredakan kekhawatiran mengenai dampak tarif terhadap ekonominya, sehingga membantu membatasi tekanan turun pada NZD. Sementara itu, pandangan tentang independensi The Fed sempat diperdebatkan, namun stabilitas kembali muncul setelah Trump menyatakan tidak akan mengganti Ketua Powell.

Faktor Geopolitik dan Perdagangan Global

Kekhawatiran mengenai eskalasi perdagangan global membatasi niat investor untuk mengambil risiko. NZDUSD cenderung melemah terhadap USD ketika aliran berita mengenai perundingan AS-Tiongkok tetap tidak jelas. Fokus investor beralih ke data ekonomi utama yang akan datang untuk menilai momentum kebijakan dan potensi perubahan arah.

Langkah administratif AS terkait semikonduktor dan rencana tariff potensial pada mineral kritis meningkatkan kegetiran hubungan dagang dan menambah tekanan terhadap mata uang negara mitra dagang Selandia Baru. Pasar menilai bahwa China memiliki kapasitas untuk menanggapi kebijakan tersebut, sehingga volatilitas di pasangan NZDUSD meningkat. Dalam konteks ini tetap muncul sentimen risk-off yang mendorong dolar AS menguat secara lebih luas.

Di sisi lain, data perdagangan Tiongkok yang lebih tenang membantu menenangkan pasar terkait dampak tarif terhadap pertumbuhannya. Beberapa pidato pejabat The Fed menunda spekulasi mengenai perjalanan kebijakan dan berfokus pada momentum ekonomi. Investor pun mengalihkan perhatian pada Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS, Indeks Manufaktur Empire State, serta survei manufaktur Philadelphia untuk mengukur arah momentum ekonomi.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image