Ketegangan geopolitik mereda setelah Presiden AS menyiratkan penundaan tarif terhadap negara Eropa terkait isu Greenland, menambah dukungan pada aset berisiko seperti NZD/USD.
Di sisi lain, dolar AS berpotensi mendapat dukungan karena ekspektasi bahwa The Fed akan menjaga kebijakan yang hati-hati. Pasar tetap mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga meskipun belum ada bukti inflasi bergerak menuju target 2 persen.
Dalam beberapa jam ke depan, para pelaku pasar menantikan data utama AS, termasuk klaim tunjangan pengangguran awal, Produk Domestik Bruto yang disesuaikan secara musiman, dan inflasi harga belanja konsumsi (PCE), sebagai sinyal arah ekonomi.
Di Selandia Baru, fokus pasar beralih pada IHK kuartal IV untuk mendapatkan gambaran mengenai prospek kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).
Inflasi tahunan diperkirakan naik menjadi 3 persen, mendekati batas atas dari rentang target 1-3 persen, dan kejutan positif berpotensi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Meski demikian, dominasi faktor dolar AS dan kerangka kebijakan global dapat membatasi langkah NZD meskipun sinyal dari data RBNZ kuat.
NZD/USD telah menguat secara beruntun selama lima sesi dan diperdagangkan sekitar 0.5860 pada pembukaan sesi Eropa.
Dolar AS juga bisa menguat karena sentimen hati-hati, sehingga kenaikan lebih lanjut bisa terbatas meskipun arus risk-on tetap ada.
Dalam skenario ini, para trader disarankan untuk memperhatikan level teknikal utama dan berita data AS/RBNZ yang akan datang, sembari menjaga risiko dan potensi risiko-imbalan sesuai dengan target 1:1.5.