Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,4% ke level mendekati 97,00 menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve. Pelemahan dolar ini memberi ruang bagi pasangan mata uang komoditas untuk melanjutkan rebound dan menguji level psikologis di sekitar 0,60. Para pelaku pasar menyimak sinyal bagaimana kebijakan AS nantinya akan mempengaruhi arus modal global dan volatilitas pasar valuta asing.
Selama minggu lalu, dinamika sentimen turut dipengaruhi langkah AS meninjau tarif terhadap UE dan Inggris. Tarif 10% diluncurkan sebagai bagian dari respons atas kebijakan perdagangan, meski dampaknya terhadap dolar tidak bertahan lama. Dalam pidato di Davos, Presiden Trump menekankan sikap yang meredam kekhawatiran pasar meski beberapa keraguan tentang tindakan proteksionis tetap ada.
Menurut alat CME FedWatch, probabilitas Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75% tetap tinggi pada pertemuan hari Rabu. Pasar telah menilai jeda pada pengetatan moneternya sebagai faktor pendukung bagi mata uang berisiko. Dengan potensi pelonggaran kebijakan AS yang terbatas, fokus investor beralih ke arah pernyataan kebijakan dan dampaknya terhadap dolar ke depan.
Kebijakan moneter AS diperkirakan tidak berubah pada pertemuan mendatang, melanjutkan jeda penurunan suku bunga yang telah mencapai 75 basis poin melalui tiga pertemuan terakhir. Sinyal dari futures pasar menunjukkan konsensus yang kuat terhadap penahanan suku bunga di level 3,50%–3,75% untuk saat ini. Ketetapan ini memberi arah pada pergerakan pasangan NZDUSD, terutama terhadap dolar yang sedang menunjukkan tanda melemah.
Di sisi lain, pasar juga menilai bahwa dinamika dolar bisa tetap tertekan jika data AS tidak menunjukkan kekuatan ekonomi, meski faktor lain seperti risiko global tetap relevan. Pelemahan DXY mendominasi sejak pekan lalu dan mendorong minat pada mata uang berisiko, termasuk kiwi. Keputusan Fed yang stabil tetap menjaga kerangka kebijakan, sambil menambah tekanan pada dinamika suku bunga jangka menengah.
Di Selandia Baru, indikator inflasi lokal menunjukkan tekanan harga yang terus membangun hawkishness bagi kebijakan RBNZ. Data IHK Kuartal IV New Zealand naik lebih cepat, sekitar 3,1%, dan itu meningkatkan peluang untuk langkah kenaikan suku bunga jika tren harga tetap tinggi. Investor menimbang bahwa jika RBNZ menambah sikap hawkish, NZD bisa menunjukkan kekuatan lebih lanjut terhadap USD di beberapa sesi mendatang.
IHK/Inflasi Q4 Selandia Baru mencapai 3,1% lebih cepat dari ekspektasi, menambah tekanan pada kebijakan moneter domestik dan memperbaiki argumen bagi langkah hawkish RBNZ. Data ini memperkuat narasi bahwa tekanan harga di kiwi tetap tinggi hingga kuartal terakhir saat ini. Dengan konteks tersebut, para trader mengamati bagaimana reaksi pasar terhadap laporan inflasi bisa memicu pergerakan NZDUSD.
Harga NZDUSD saat ini berada di sekitar 0,5975, sejalan dengan ekspektasi pasar bahwa RBNZ bisa mengambil langkah lebih tegas apabila inflasi tetap tinggi. Pasar memegang fokus pada pertemuan kebijakan berikutnya dan orientasi RBNZ terhadap laju suku bunga. Headline teknikal menunjukkan potensi pembalikan arah jika data berikutnya mengkonfirmasi jalur hawkish.
Secara umum, peluang kiwi untuk menguat masih terbuka jika dinamika ekonomi global tetap mendukung perbedaan kebijakan antara AS dan Selandia Baru. Namun volatilitas tetap tinggi karena faktor eksternal seperti perubahan kebijakan bank sentral lain dan sentimen risiko geopolitik bisa menambah tantangan bagi posisi long NZDUSD. Untuk trading, disarankan memastikan risk-reward minimal 1:1,5 dengan level entry sekitar 0,5975, stop di 0,5930, dan target di 0,6060.