
Langkah terbaru PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) menandai babak baru dalam revolusi energi bersih. Perusahaan ini mengumumkan pembentukan anak usaha baru untuk memperluas portofolio energi terbarukan. Inisiatif ini dipandang sebagai pendorong utama bagi transformasi lini bisnis yang berfokus pada biomassa dan teknologi pintar. Melalui langkah ini, Cetro Trading Insight menilai OASA ingin memperkuat posisi di sektor energi hijau dengan pendekatan yang terintegrasi.
Anak usaha bernama PT Bumi Mentari Nusantara didirikan pada 12 Mei 2026 dengan modal Rp9,9 miliar. OASA menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 9.900 saham. Pembentukan ini dirancang untuk memperluas fokus usaha di sektor biomassa, industri hijau, pengelolaan limbah berbasis waste to energy, serta penerapan smart technology. Langkah transaksi ini menjadi sinyal bahwa grup ingin memperkuat ekosistem energi terbarukan yang sudah ada.
Keterbukaan informasi menyebut belum ada dampak material terhadap operasi, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. OASA telah menjajal berbagai entitas di sektor energi hijau, menandakan strategi integrasi yang berkelanjutan. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem energi terbarukan milik grup.
Juru bicara dan Corporate Secretary OASA, Chandra Devikemalawaty, menegaskan bahwa pembentukan anak usaha tidak menimbulkan dampak material terhadap operasional, hukum, atau keuangan perseroan. Pihak manajemen menilai langkah ini sebagai ekspansi yang terukur demi menjaga kelangsungan usaha. Informasi ini disampaikan pada saat keterbukaan informasi publik.
OASA memang telah memiliki beberapa entitas yang bergerak di energi hijau dan terbarukan. Salah satunya adalah Maharaksa Energi Hijau (MEH) yang menjadi kendaraan utama pengembangan proyek. Pada 2026, sekitar 20% saham MEH diakuisisi oleh PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebagai bagian dari ekspansi bisnis energi hijau. Kehadiran MEH dan kepemilikan terkait memperlihatkan peta strategi yang saling mendukung.
Sementara itu, PT Mentari Biru Biomassa (MBB) didirikan Januari 2024 dengan kepemilikan OASA sebesar 90% dan investasi awal sekitar Rp2,7 miliar. Hal ini menunjukkan arah grup untuk membangun portofolio biomassa yang terintegrasi. Keterlibatan MKI sebagai holding memperkuat kendali terhadap MEH dan proyek lainnya, mempertegas kerangka investasi energi hijau milik OASA.
PT Maharaksa Kapital Indonesia (MKI) berperan sebagai holding atau kendaraan investasi bagi OASA dalam sejumlah proyek energi hijau, termasuk pengendalian MEH. Keberadaan MKI memungkinkan alokasi dana yang lebih terstruktur dan manajemen risiko yang lebih efektif. Struktur ini juga membuka peluang bagi sinergi antarpihak untuk mempercepat realisasi proyek.
Rangka kerja korporasi ini menempatkan OASA sebagai pemain yang terintegrasi dalam ekosistem energi hijau Indonesia. Dengan adanya struktur kepemilikan yang saling terkait, grup memiliki peluang untuk mempercepat realisasi proyek biomassa dan energi terbarukan lainnya. Potensi kolaborasi lintas entitas dapat memperluas kapasitas produksi dan efisiensi biaya.
Analisa menunjukkan potensi sinergi antara MEH, MBB, dan proyek lain meningkatkan kapasitas produksi serta efisiensi biaya. Meskipun demikian, risiko regulasi, pembiayaan, dan dinamika pasar tetap perlu diawasi ketat. Secara keseluruhan, langkah ini menegaskan komitmen OASA terhadap pertumbuhan berkelanjutan di sektor energi hijau.