Dalam tiga hari terakhir saham OASA dan BIPI menunjukkan momentum positif seiring meningkatnya optimisme atas kolaborasi proyek PSEL yang menjadi bias bagi energi hijau. Data BEI menunjukkan OASA melonjak 9,58% menjadi Rp366 per saham, dengan nilai transaksi Rp55,72 miliar dan volume perdagangan 151,2 juta saham. Sementara itu, BIPI naik 3,20% menjadi Rp258 dengan transaksi besar mencapai Rp225 miliar.
Para analis menilai sektor waste-to-energy tengah menjadi fokus utama pengembangan energi baru. Penguatan ini menandai balik arah setelah tekanan di kuartal pertama, dan peningkatan minat pasar terlihat dari peningkatan volume transaksi. Kenaikan ini juga dipandang sebagai sinyal adanya minat investor terhadap emiten yang terkait proyek lingkungan yang sedang berjalan.
Secara strategis, langkah OASA dan BIPI melalui entitas usaha terkait PSEL menegaskan arah bisnis menuju energi hijau. Kolaborasi antara OASA dan mitra China melalui perusahaan patungan Indoplas Energi Hijau menandai komitmen untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang sesuai kebijakan transisi energi nasional. Dukungan publik terhadap proyek PSEL meningkatkan profil kedua emiten di pasar modal Indonesia.
Analisis teknikal menunjukkan ruang kenaikan bagi kedua saham dalam jangka pendek dengan level support yang perlu dijaga. BIPI berpotensi ke arah 300 dengan support di 224, sedangkan OASA memiliki target harga lebih tinggi ke 400 hingga 470 dengan support di 290. Meskipun demikian, beberapa tantangan likuiditas nampak di beberapa fase perdagangan.
Harga OASA saat ini sekitar Rp366 dan berpotensi melaju ke kisaran Rp470 jika momentum berlanjut, sedangkan BIPI berpotensi menuju Rp300. Pergerakan harga didorong oleh pembaruan kolaborasi dan aliran informasi mengenai proyek PSEL serta pelaksanaan transaksi saham terkait. Momentum ini menunjukkan adanya minat investor pada sektor energi hijau yang sedang tumbuh.
Secara umum, sinyal teknikal menyiratkan peluang beli dengan rasio risiko-keuntungan yang menarik jika harga bergerak sesuai target. Banyak analis menilai ruang kenaikan cukup signifikan asalkan level support tetap terjaga dan likuiditas pasar memperbaiki dinamika perdagangan kedua saham. Rantai faktor fundamental dan teknikal akan membentuk arah pergerakan dalam beberapa minggu ke depan.
Transaksi saham antara OASA, BIPI, dan entitas terkait memperkuat portofolio investasi di sektor energi hijau. OASA melalui anak usahanya sempat menjual sebagian saham di Indoplas Energi Hijau kepada BIPI sebanyak 20 lembar senilai Rp20 juta. Sementara itu, BIPI membeli 1000 lembar saham Maharaksa Energi Hijau setara Rp500 juta.
Manajemen menekankan tidak adanya hubungan afiliasi antara pihak terkait dengan Maharaksa Kapital Indonesia maupun Maharaksa Energi Hijau, dan transaksi tersebut tidak termasuk sebagai transaksi material karena nilainya di bawah ambang 20% ekuitas. Hal ini menjaga transparansi dan konsistensi dengan kebijakan tata kelola perusahaan.
Disclaimer: Keputusan pembelian atau penjualan saham sepenuhnya berada pada investor. Artikel ini disusun untuk membahas peluang berdasarkan data publik dan analisis pasar, tanpa memberikan rekomendasi individual. Cetro Trading Insight berkomitmen menyajikan analisa yang seimbang dan faktual.