Pasar Asia Melonjak Didukung Harapan Akhir Konflik Timur Tengah; Nikkei 225 Tancap ke Atas

Pasar Asia Melonjak Didukung Harapan Akhir Konflik Timur Tengah; Nikkei 225 Tancap ke Atas

trading sekarang

Menurut laporan terbaru yang dirangkum oleh Cetro Trading Insight, bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu pertama April 2026, didorong optimisme bahwa konflik di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Meski ketidakpastian global masih ada, sentimen risiko cenderung membaik sehingga investor lebih percaya diri untuk mengambil peluang di pasar ekuitas regional. Narasi semacam ini sering menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks utama, terutama di sesi pembukaan bulan baru.

Nikkei 225 melonjak sebesar 3,87 persen dan menetap di level 53.039,72, sementara Topix naik 3,67 persen menjadi 3.626,33. Pergerakan keduanya mencerminkan adanya aliran uang yang kembali menggenjot sektor-slektor utama di Jepang setelah tren koreksi pada bulan sebelumnya.

Para analis menilai bahwa pasar mulai percaya arah konflik menuju akhir meski sejumlah risiko geopolitik tetap ada. Jika harga minyak stabil, proyeksi kinerja perusahaan dalam fiskal tahun berjalan akan lebih mudah diramu oleh pelaku perusahaan domestik, demikian dikutip Reuters dan dianalisis para pakar pasar. Ketika beberapa pejabat negara menunjukkan kemungkinan deeskalasi, investor menilai peluang bagi pemulihan laba perusahaan secara lebih inklusif dalam beberapa kuartal ke depan.

Korea Selatan juga menunjukkan pemulihan yang kuat, dengan indeks KOSPI melonjak sekitar 6,59 persen ke level 5.385, berbalik tajam setelah empat hari penurunan. Penguatan ini didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik serta lonjakan ekspor sebesar 48,3 persen secara tahunan menjadi 86,1 miliar dolar AS pada Maret, didorong terutama oleh sektor semikonduktor yang menjadi tulang punggung ekspor negara tersebut.

Penguatan juga terlihat di kawasan lain Asia, dengan Shanghai Composite naik 1,38 persen, Hang Seng menguat 1,73 persen, S&P/ASX 200 bertambah 1,67 persen, dan Straits Times Index meningkat 1,67 persen. Lonjakan bursa regional ini sejalan dengan reli yang saat ini terjadi di Wall Street pada perdagangan sebelumnya, menunjukkan korelasi positif antara risiko global yang menurun dan optimisme investor.

Reli di Wall Street pun turut mendorong suasana pasar. Layanan berita komersial melaporkan peningkatan tajam pada indeks utama AS, dengan adanya spekulasi bahwa deeskalasi konflik dapat menekan tekanan inflasi global. Laporan tersebut juga menyoroti pernyataan Presiden AS tentang kemungkinan mengakhiri operasi militer terhadap Iran dalam beberapa minggu mendatang, meski Selat Hormuz tetap menjadi fokus perhatian pasar karena potensi risiko gangguan pasokan energi.

broker terbaik indonesia