Pasar Asia Variatif di Pembukaan Perdagangan: Tarif AS, AI, dan Ketegangan Geopolitik Menjadi Penentu Sentimen

Pasar Asia Variatif di Pembukaan Perdagangan: Tarif AS, AI, dan Ketegangan Geopolitik Menjadi Penentu Sentimen

trading sekarang

Pembukaan perdagangan Selasa 24 Februari 2026 mencatat pergerakan variatif di bursa Asia akibat tekanan dari Wall Street yang turun semalaman. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca awam memahami dinamika kebijakan tarif AS dan dampaknya terhadap arus modal regional. Ketidakpastian perdagangan serta tensi geopolitik menambah beban pada sentimen risiko para pelaku pasar.

Nikkei 225 Jepang menguat sekitar 0,8 persen saat pasar kembali beroperasi setelah libur, mengindikasikan likuiditas yang mulai pulih. Shanghai Composite bertahan positif sekitar 0,75 persen, meski Hang Seng Hong Kong berakhir melemah sekitar 1,59 persen karena tekanan risiko global. Sementara KOSPI Korea Selatan melaju dengan kenaikan sekitar 0,94 persen, menunjukkan dinamika positif di bursa regional.

Di sisi lain, ASX 200 Australia melemah 0,27 persen dan STI Singapura turun 1,06 persen, menggambarkan campuran respons investor terhadap paparan risiko regional. Di pasar berjangka, kontrak S&P 500 e-mini AS naik tipis sekitar 0,1 persen, menandai stabilitas terbatas meski sentimen global berat. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan kekhawatiran atas kebijakan proteksionis yang berpotensi mengubah arus modal.

Lima faktor risiko global membentuk arah sentimen, termasuk ketidakpastian perdagangan bertema AI dan eskalasi geopolitik. Investor menilai bagaimana perubahan kebijakan dapat mempengaruhi biaya produksi, inovasi, dan arus modal di era digital. Analisis pasar menunjukkan bahwa risiko apetisi masih sangat responsif terhadap berita kebijakan.

Analis Bernstein dalam risetnya menilai momentum pasar berada di bawah tekanan karena kekhawatiran terhadap perdagangan bertema AI serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini mendorong para investor untuk mengurangi eksposur pada sektor berisiko tinggi dan menimbang diversifikasi. Laporan Citrini Research juga menambah kepanikan pasar dengan pandangan bearish terhadap prospek ekonomi global.

Trump memperingatkan negara lain agar tidak mundur dari kesepakatan dagang yang dinegosiasikan dengan AS dan mengancam akan mengenakan bea masuk lebih tinggi melalui mekanisme perdagangan lain. Kebijakan proteksionis semacam itu meningkatkan kebingungan pasar yang mencoba membaca arah kebijakan global. Laju indeks utama AS pun bergerak turun; S&P 500 turun 1,0%, Nasdaq Composite turun 1,1%, sementara VIX naik menjadi 21,01 poin.

broker terbaik indonesia