PM Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel mendukung keputusan Amerika Serikat untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan. Ketentuan penangguhan ini menekankan Iran membuka Selat Hormuz dan menghentikan aksi serangan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan menyoroti konteks regional yang sensitif secara geopolitik.
Komite kebijakan menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi kolaborasi antara sekutu guna mendorong negosiasi yang lebih luas. Pernyataan ini menyoroti pentingnya keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut sambil menjaga kepentingan keamanan regional.
Perlu dicatat bahwa rapat penangguhan serangan tidak menyiratkan pemicu konflik baru di Lebanon karena fokus hari ini adalah terhadap Iran dan kepentingan navigasi di jalur pelayaran utama. Kebutuhan diplomasi dan transparansi tetap menjadi kunci bagi pasar dan para pelaku usaha.
Sejumlah pelaku pasar tidak mencatat reaksi langsung terhadap indeks dolar setelah pernyataan Netanyahu. Namun sentimen pasar telah berubah menjadi lebih risk on sejak Trump menyatakan penangguhan serangan untuk dua minggu. Perubahan ini mendorong aliran modal menuju aset berisiko dan mata uang sensitif terhadap risiko.
Indeks dolar AS atau DXY tercatat turun lebih dari 0.5 persen dan diperdagangkan mendekati level 99.00 pada saat laporan ini ditulis. Pergerakan ini mencerminkan perubahan arus modal global dan prospek volatilitas yang lebih rendah untuk mata uang utama.
Para analis mengingatkan bahwa dinamika geopolitik tetap menjadi faktor utama bagi pergerakan pasar. Trader disarankan memonitor perkembangan negosiasi dan potensi perubahan aliran uang antara dolar, minyak, dan aset berisiko lainnya guna mengelola risiko secara efektif.