Pasar Global Risk-Off di Tengah Konflik Timur Tengah: Minyak Menguat, Dolar Menguat

Pasar Global Risk-Off di Tengah Konflik Timur Tengah: Minyak Menguat, Dolar Menguat

trading sekarang

Rangkuman hari ini menunjukkan pasar yang lebih berhati-hati di paruh kedua pekan akibat perluasan konflik di Timur Tengah. Investor menantikan rilis data penting AS, termasuk Housing Starts dan Goods Trade Balance untuk Januari, serta klaim pengangguran awal mingguan pada Kamis mendatang. Data tersebut diharapkan memberi gambaran mengenai momentum pertumbuhan dan dinamika perdagangan domestik.

Di saat yang sama, International Energy Agency (IEA) menyatakan bahwa 32 negara anggotanya sepakat melepas 400 juta barel minyak dari cadangan darurat ke pasar. Langkah ini diperkirakan membatasi potensi kenaikan harga minyak, meskipun sentimen geopolitik terbaru tetap membebani pasokan. Kondisi geopolitik menambah volatilitas pasar komoditas secara keseluruhan.

Secara umum, dolar AS menguat akibat kondisi risiko yang memburuk, dengan indeks dolar berada di sekitar level 99,5. Perdagangan saham berjangka di pasar utama Eropa terdorong ke zona negatif, dengan penurunan sekitar 0,7% hingga 0,9% pada hari itu. Pasangan EUR/USD tertekan di sekitar 1,1550 dan GBP/USD berada di bawah tekanan, mendekati level 1,34.

InstrumenHargaKeterangan
WTI$90.40naik sekitar 3,5%
Brent$94.40naik sekitar 3,0%

Peningkatan kekhawatiran pasokan minyak muncul dari laporan Irak yang menutup operasional pelabuhan minyak setelah Iran menyerang dua kapal tanker asing. Kejadian ini menambah risiko gangguan rantai pasokan global, meskipun respons cadangan darurat IEA membantu menjaga harga tetap terkendali.

Di pihak lain, otoritas Saudi mengklaim bahwa dua drone menuju ladang Shaybah berhasil dihancurkan di gurun Empty Quarter. Sementara itu, China secara praktik melarang ekspor BBM untuk Maret sebagai langkah antisipasi kekurangan domestik akibat dinamika konflik AS-Israel terhadap Iran.

Harga minyak tetap berfluktuasi, dengan WTI sekitar $90.40 per barel dan Brent sekitar $94.40 per barel. Kebijakan cadangan dan ketegangan regional membuat pedagang terus memantau pergerakan pasar dengan cermat, sementara arus berita geopolitik memberikan dorongan volatilitas.

Pengaruh Nilai Tukar terhadap Pergerakan Instrumen Utama

Aktivitas risiko yang lebih tinggi menambah tekanan pada dolar AS, dengan indeks USD berada di zona positif meski volatilitas pasar tetap tinggi. Reaksi mata uang utama mencerminkan penyesuaian terhadap dinamika geopolitik, sehingga likuiditas bisa berubah sepanjang sesi perdagangan.

EUR/USD tertekan di sekitar 1,1550, dan GBP/USD menunjukan tekanan di bawah level 1,34. Sementara itu, USD/JPY naik lebih dari 0,5% pada sesi Asia, mencapai tertinggi sekitar 159,20 sebelum melanjutkan koreksi di sesi Eropa.

Secara keseluruhan, logam mulia bergerak relatif tenang dalam sesi ini, tetapi tetap di bawah tekanan sentimen risiko. Pergerakan XAUUSD mengindikasikan investor menunggu arah kebijakan serta data ekonomi berikutnya, karena faktor risiko global tetap menjadi faktor kunci bagi volatilitas pasar.

broker terbaik indonesia