Pekan perdagangan diawali dengan pasangan mata uang utama bergerak dalam kisaran yang sudah dikenal investor. Aktivitas pasar cenderung tenang karena para pelaku pasar menunggu rilis data kunci dan pernyataan kebijakan yang bisa mengubah arah. Tekanan risiko tetap rendah, sehingga pergerakan besar bisa tertahan sampai ada kejutan data atau pernyataan kebijakan yang jelas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Indeks dolar AS (DXY) berakhir di zona negatif pada pekan lalu setelah inflasi yang lebih lemah mengurangi kekuatan mata uang tersebut. CPI Januari dilaporkan naik 2.4% secara y/y, turun dari 2.7% bulan Desember dan lebih rendah dari ekspektasi 2.5%. Secara umum, DXY cenderung bergerak sideways di sekitar level 97.00 di pembukaan Eropa, memberi ruang bagi pasangan utama untuk bergerak dalam kisaran.
EURUSD menunjukkan fase konsolidasi, beringsut di atas level 1.1850 setelah penutupan minggu lalu lebih tinggi. USDJPY berhasil rebound dan diperdagangkan mendekati 153.30, menandai pergeseran sentimen teknikal jangka pendek. AUDUSD melemah dengan pergerakan yang terbatas di bawah 0.7100, sementara fokus investor beralih pada hasil pertemuan bank sentral yang akan datang.
CPI AS Januari menandakan pelonggaran tekanan inflasi, dengan angka 2.4% y/y lebih rendah dari 2.7% bulan Desember dan juga di bawah ekspektasi 2.5%. Data ini menambah narasi bahwa risiko harga bisa tetap terkendali dan kebijakan moneter bisa lebih berhati-hati. Pasar mengartikan hal ini sebagai potensi jeda kenaikan suku bunga dan peluang bagi dolar untuk tetap terbatas dalam beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, investor menantikan pidato pejabat ECB dan rilis Minutes RBA yang memberikan petunjuk arah kebijakan. Pengumuman dari bank-bank sentral utama dapat memicu volatilitas di pasar mata uang dan obligasi global. Data tenaga kerja, produksi industri, dan indikator inflasi inti menjadi fokus tambahan untuk mengklarifikasi pergeseran sikap kebijakan di berbagai wilayah.
Di sisi komoditas, minyak WTI bergerak mendatar, berpeluang bergerak jika data ekonomi dan kondisi risiko berubah. Harga minyak terakhir sekitar $62.80 per barel, menunjukkan stabilitas dalam kisaran tertentu. Pasar juga menanti pergerakan USD/CAD yang bertahan di sekitar 1.3600, menandai pembatasan volatilitas dolar Kanada.
Data ekonomi Jepang untuk kuartal keempat menunjukkan pertumbuhan sebesar 0.2% secara tahunan, setelah kontraksi pada kuartal sebelumnya. Angka ini menandai pemulihan yang terbatas dan menambah konteks bagi pergerakan USDJPY di pasar global. Meskipun begitu, pasar tetap mempertimbangkan impulse kebijakan Jepang terhadap arah pasangan tersebut.
Harga logam mulia mengalami kenaikan pada hari Jumat tetapi sempat kehilangan dorongan untuk menarik pembeli pada sesi berikutnya. Pergerakan logam mulia terpantau melemah ketika harga berusaha menembus level kunci, meski penutupan minggu lalu positif. Hal ini menunjukkan bahwa reaksi terhadap data inflasi dan kebijakan tetap sensitif terhadap berita baru.
GBPUSD terlihat tenang di sesi Eropa dengan tanda-tanda penurunan di bawah level 1.3650. UK data tenaga kerja yang akan dirilis Selasa mendatang dipandang sebagai kunci bagi arah pasangan ini. Selain itu, minutes kebijakan RBA akan dirilis awal hari Selasa, menambah bobot pada narasi suku bunga di wilayah Pasifik, sementara USD/CAD berosilasi di kisaran 1.3600 sebagai bagian dari dinamika mata uang utama.