Transformasi pasar modal Indonesia memasuki bab baru dengan penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama BEI. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bagi investor mengenai kesinambungan kepemimpinan di bursa. Keputusan tersebut dinilai relevan untuk menjaga momentum reformasi sambil menyiapkan tata kelola yang lebih kokoh.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Direksi BEI pada Jumat, 30 Januari 2026, meski administrasinya masih diproses. Penetapan ini menegaskan bahwa posisi Pjs Dirut tetap sah secara formal meski proses administratif sedang berjalan. Penunjukan ini dilakukan dengan persetujuan Dewan Komisaris BEI.
Beliau adalah Jeffrey Hendrik, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, saat ini menjabat Direktur Pengembangan BEI. Ia memiliki jejak panjang di sektor pasar modal, termasuk kepemimpinan di PT Phintraco Sekuritas selama lebih dari dua dekade. Menurut Cetro Trading Insight, penunjukan ini menempatkan BEI pada jalur kepemimpinan yang berkelanjutan.
Penunjukan ini diharapkan meningkatkan stabilitas kepemimpinan di BEI dan meneguhkan arah reformasi pasar modal Indonesia. Investor cenderung lebih percaya pada kelanjutan kebijakan jika ada kepemimpinan yang konsisten dan berpengalaman. Dengan demikian, momentum transformasi pasar modal bisa dipertahankan meskipun proses transisi berjalan.
Kementerian Keuangan sebelumnya mengungkap bahwa Jeffrey bersama tim akan mewakili BEI bertemu dengan perwakilan MSCI untuk membahas agenda transformasi pasar modal ke depan. Pertemuan ini merupakan bagian dari rencana peningkatan indeks dan reformasi struktural yang dinilai penting bagi akses modal global. Hasil pertemuan tersebut akan mempengaruhi penilaian investor asing dan aliran investasi ke Indonesia.
Walau penunjukan ini memberi arah yang jelas, administrasi tetap menjalankan proses yang diperlukan. BEI menegaskan bahwa masa jabatan Pjs Dirut akan berjalan hingga Juni 2026, memberi ruang bagi transisi yang terstruktur. Investor disarankan mengikuti perkembangan kebijakan dan evaluasi pasar secara berkala melalui rilis resmi BEI dan analisa pasar dari Cetro Trading Insight.