
Harga perak (XAG/USD) bergerak naik signifikan untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan hari Jumat, dengan fokus pasar sepenuhnya tertuju pada pernyataan para pejabat Federal Reserve dalam Simposium Jackson Hole. Logam mulia ini berhasil memperpanjang kenaikannya hingga mendekati level psikologis penting di atas $70,00 per troy ons. Penguatan ini sekaligus menempatkan perak dalam jalur yang tepat untuk menutup reli mingguan keempat secara beruntun.
Para investor saat ini sangat menantikan petunjuk arah kebijakan moneter AS selanjutnya menyusul rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang cenderung memanas. Sebelumnya, beberapa pejabat regional regional bank sentral telah menyuarakan perlunya pengetatan kebijakan lebih lanjut demi meredam tekanan harga. Hal ini memicu volatilitas tinggi di pasar komoditas karena pelaku pasar mencoba mengukur seberapa agresif langkah Fed ke depan.
Melalui aplikasi analisis yang ditayangkan di situs web resmi Cetro, terlihat bahwa permintaan fisik terhadap logam perak juga turut menopang pergerakan positif ini. Meskipun dolar AS sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, perak tetap mampu mempertahankan daya tariknya sebagai aset lindung nilai. Sentimen makroekonomi global yang dinamis ini diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak utama volatilitas XAG/USD dalam jangka menengah.
Dari sudut pandang teknikal, pergerakan harga XAG/USD saat ini menunjukkan bias konstruktif yang cukup kuat sejak berhasil bangkit dari level terendah bulan Juli di bawah $55,00. Indikator momentum pada grafik harian masih berada di area positif, mendukung berlanjutnya tren naik. Relative Strength Index (RSI) periode 14 saat ini mendekati level 66, menunjukkan adanya ruang penguatan sebelum memasuki area jenuh beli (overbought).
Para pembeli (bulls) kini menargetkan area resisten kritis berikutnya yang berada di kisaran $71,35 hingga $71,55 yang merupakan level tertinggi pertengahan Juni. Jika zona pertahanan ini berhasil ditembus, target besar berikutnya berada di Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang terletak di sekitar level $72,50. Penembusan yang solid di atas indikator jangka panjang tersebut akan membuka jalan menuju target psikologis yang lebih tinggi di dekat kisaran $75,00.
Sebaliknya, jika terjadi koreksi turun, level terendah hari Kamis di $67,63 diprediksi akan menjadi area penyangga awal yang cukup kuat untuk menahan tekanan jual. Di bawah level tersebut, area support sekunder berada di kisaran $63,25, yang sempat menahan kejatuhan harga pada pertengahan Agustus lalu. Para trader disarankan untuk tetap memperhatikan konfirmasi indikator MACD yang saat ini masih mencatatkan traksi bullish moderat sebelum mengambil keputusan perdagangan.