Perak Menguat Didukung Pelemahan Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga: Ketidakpastian Iran-AS

Perak Menguat Didukung Pelemahan Harga Minyak dan Ekspektasi Suku Bunga: Ketidakpastian Iran-AS

trading sekarang

Harga perak menguat setelah turun pada sesi sebelumnya, diperdagangkan sekitar 71.50 dolar AS per ons pada sesi Asia. Pelemahan harga minyak yang lebih lanjut membantu meredam kekhawatiran inflasi dan membuat logam mulia menjadi pilihan pelindung nilai. Analisis pasar menunjukkan sentimen yang dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan bank sentral yang cenderung berhati-hati di tengah volatilitas energi.

Situasi geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor penentu. Iran menilai proposal AS melalui jalur diplomatik, tetapi menunjukkan keengganan untuk kembali ke negosiasi langsung. Teheran juga mengusulkan rencana lima butir yang mencakup kendali atas Selat Hormuz, sehingga menambah ketidakpastian terhadap prospek perdamaian regional.

TD Securities menilai Federal Reserve menghadapi sinyal yang campur aduk karena guncangan minyak memicu tekanan inflasi. Meski ekonomi AS dinilai masih tidak seragam, para analis memperkirakan kebijakan akan menahan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan dan berpotensi memangkas suku bunga pada 2026 jika kondisi ekonomi memungkinkan.

Pejabat Iran meninjau proposal AS yang dikirim melalui Pakistan, namun belum menunjukkan kemauan untuk melanjutkan pembicaraan langsung dengan Washington. Sikap tersebut menambah kebuntuan diplomatik yang bisa mempengaruhi sentimen risiko di pasar global.

Berbagai pernyataan dari AS dan Iran terkait pembicaraan damai terus berubah, membuat investor tetap waspada terhadap potensi eskalasi konflik. Ketidakpastian ini mendorong pergerakan volatilitas pada harga komoditas dan aset berisiko di pasar finansial.

Di sisi lain, lonjakan langkah militer seperti penempatan tentara AS di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik. Investor menilai risiko geopolitik ini sebagai faktor utama yang bisa mengubah arus modal dan arah valuta asing serta logam mulia.

Prospek kebijakan moneter AS dan implikasinya bagi perak

Analisa TD Securities menekankan adanya sinyal beragam untuk kebijakan moneter AS karena dampak gejolak minyak terhadap inflasi dan aktivitas ekonomi. Pasar menilai bahwa Fed akan berhati-hati dalam beberapa bulan mendatang sambil menimbang sinyal dari data ekonomi yang berkembang.

Para analis juga menilai peluang Federal Reserve menahan suku bunga untuk jangka pendek dengan potensi pemotongan di 2026 jika kondisi ekonomi benar-benar mendukung. Langkah tersebut bisa memberi dukungan bagi harga logam mulia jika tekanan saat ini mereda.

Dinamika ini membuat perak tetap sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter meski penurunan harga energi memberi sisi positif bagi pasar. Secara keseluruhan, sinyal teknikal dan fundamental perlu dipantau mengikuti sentimen risiko dan arah kebijakan bank sentral.

broker terbaik indonesia