Perak Tertekan Dolar AS Kuat dan Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral 2026

Perak Tertekan Dolar AS Kuat dan Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral 2026

Signal XAG/USDSELL
Open73.100
TP68.000
SL74.500
trading sekarang

Dolar AS yang lebih kuat memperkuat citra safe-haven, membuat perak lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Kondisi ini membatasi permintaan fisik meski minat spekulatif tetap ada pada XAGUSD.

Analis menilai ancaman inflasi dan jalur suku bunga masa depan, karena ekspektasi kebijakan hawkish untuk 2026 mulai menakar pasar. Ketidakpastian geopolitik juga memperluas volatilitas harga logam mulia.

Harga perak cenderung berada di wilayah negatif dengan pergerakan volatil, diperdagangkan sekitar 73.10 dolar AS per ons selama sesi Asia Jumat. Penganalisis dari Cetro Trading Insight mencatat bahwa libur Good Friday bisa mempersempit aktivitas perdagangan dan memperpanjang tren penurunan.

Rilis proyeksi kebijakan yang lebih agresif untuk 2026 membuat pasar menyiapkan potensi suku bunga lebih tinggi. Seiring itu, kenaikan harga energi menambah kekhawatiran inflasi, memperkecil daya tarik logam yang tidak memberikan hasil.

Logam mulia sering dilihat sebagai lindung nilai ketika imbal hasil rendah, tetapi imbal hasil obligasi yang lebih menarik dapat mengurangi minat terhadap XAGUSD. Di sisi lain, meningkatnya biaya energi bisa memperburuk tekanan biaya dan menambah volatilitas harga.

Beberapa pejabat bank sentral telah menegaskan pandangan menahan suku bunga pada pertemuan terakhir FOMC, meski pasar tenaga kerja menunjukkan stabilitas dengan pertumbuhan upah yang mungkin melambat. Menurut Cetro Trading Insight, faktor-faktor hawkish dan dinamika energi menjaga sinyal pasar dalam kisaran sempit menjelang data ekonomi utama.

Ketegangan di jalur Hormuz menambah ketidakpastian geopolitik dan mendorong sentimen risk-off, yang biasanya membebani logam berimbal hasil rendah seperti perak. Pasar juga menimbang respons Iran terhadap potensi eskalasi militer.

Komentar kepala kebijakan moneter seperti Austan Goolsbee dan Lorie Logan menyoroti bahwa harga minyak bisa memicu tekanan inflasi lebih lanjut jika kenaikan biaya bensin berlanjut. Sinyal pasar menunjukkan kehati-hatian karena kebijakan moneter yang saat ini tidak sepenuhnya jelas.

Secara umum, dinamika XAGUSD mencerminkan dilema antara dolar yang lebih kuat dan ekspektasi kebijakan yang bervariasi. Cetro Trading Insight menyarankan fokus pada manajemen risiko dan strategi trading yang disesuaikan dengan volatilitas yang tetap tinggi menjelang libur nasional.

broker terbaik indonesia