XAG/USD berada di sekitar $72.74, naik sekitar 2% pada hari itu, dan mencoba pulih setelah turun ke level terendah sejak Desember 2025 sekitar $61. Selanjutnya dinamika harga menunjukkan perak masih berada dalam fase konsolidasi pasca rebound. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran yang lebih jelas bagi pembaca awam.
Optimisme awal terkait gencatan senjata AS-IRAN sempat mendorong sentimen pasar dan meredam premi risiko pada harga minyak. Namun, respons Iran terhadap proposal tersebut mematahkan momentum itu dan menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi. Kondisi ini juga memicu tekanan pada dolar AS dan membatasi langkah berkelanjutan pada logam mulia.
Dari sisi teknikal, XAG/USD menunjukkan dinamika yang relatif netral ke arah bearish ringan. Harga masih berada di bawah SMA 50-hari dan 100-hari, menunjukkan bahwa tren jangka pendek tidak kuat. Parameter teknikal seperti RSI 40 dan ADX di kisaran rendah menandakan momentum lemah dan fokus pada kehendak pasar untuk menguji level-level kunci.
Secara teknikal, XAG/USD diperdagangkan di bawah SMA 100-hari sekitar 74.33 dengan harga saat ini sekitar 72.74. Kondisi ini menunjukan bahwa tekanan ke bawah masih relevan, meskipun ada jeda pembalikan terbatas. RSI berada di sekitar 40, mengisyaratkan momentum yang tetap lemah dan risiko penurunan lanjut masih ada.
Level resistensi terdekat terlihat di sekitar 74.33 (100-day SMA) dan kemudian di sekitar 80 secara psikologis, yang jika ditembus bisa mengurangi tekanan bawah. Sementara level dukungan utama berada di sekitar 66.01 (low Selasa) dan 61.01 (low Senin), yang jika ditembus dapat membawa harga menuju 200-day SMA di 57.99. Keberlanjutan penurunan akan bergantung pada dinamika risiko geopolitik dan sinyal pasar global.
Walau ada potensi pergerakan, pendekatan trading yang prudent diperlukan. Karena tidak ada konfirmasi sinyal beli atau jual yang jelas, para trader sebaiknya mempertimbangkan manajemen risiko yang ketat. Rasio risk-reward yang direkomendasikan adalah minimal 1:1.5 jika ada peluang risiko terukur, dengan fokus pada exit yang terdefinisi.
Faktor geopolitik tetap menjadi faktor utama yang membentuk arah perak. Iran mengemukakan syarat-syarat yang tegas untuk kesepakatan, termasuk penghentian serangan total, jaminan bahwa perang tidak akan dimulai ulang, kompensasi atas kerusakan perang, serta pengakuan atas kontrol atas Selat Hormuz. Ketentuan ini menjaga ketidakpastian aliran pasokan dan menjaga volatilitas harga energi.
Ketidakpastian ini mendorong permintaan dolar AS sebagai safe haven dan mempengaruhi biaya inflasi global melalui harga minyak. Pasar juga mencermati kebijakan bank sentral di negara utama, yang pada gilirannya menambah volatilitas pada logam mulia dan aset berisiko lainnya. Meski ada upaya diplomatik, resonansi geopolitik tetap menjadi faktor penentu arah jangka menengah.
Dalam skenario saat ini, jika ketegangan mereda, XAG/USD berisiko mencoba menembus level 100-day SMA dan menguji kisaran 80, sebelum menimbang aksi selanjutnya. Namun jika konflik berlanjut, tekanan penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 60-an dan di bawahnya, tergantung respons pasar terhadap berita geopolitik. Kesimpulannya, fokus tetap pada manajemen risiko, dengan sinyal trading yang tidak jelas saat ini dan analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.