
Harga perak XAGUSD rebound ke sekitar 58.65 dolar AS per ons, meningkat sekitar 2.16 persen pada sesi tersebut. Pemulihan ini mencerminkan perubahan sentimen pasar setelah dua hari penurunan tajam. Investor menimbang data ekonomi terbaru dan reaksi pasar terhadap dolar yang bergerak.
Katalis utama rebound adalah pelemahan dolar AS yang terjadi beriringan dengan data inflasi yang sesuai ekspektasi. Tanpa adanya kejutan signifikan pada inflasi inti, investor cenderung menimbang kebijakan moneter yang mungkin tetap restriktif. Kondisi ini membuat ruang bagi kenaikan harga perak menjadi terbatas namun tetap ada peluang perbaikan jangka pendek.
Secara teknikal, pergerakan XAGUSD masih berada di area kunci setelah rebound. Trader memperhatikan level resistance dan dukungan yang berubah seiring wejangan pasar terhadap dolar dan kebijakan bank sentral. Pembalikan berikutnya masih bergantung pada arah suku bunga dan dinamika permintaan praktis di pasar fisik maupun investasi.
Data PCE harga konsumen May menunjukkan kenaikan YoY sebesar 4.1 persen, sesuai ekspektasi dan naik dari 3.8 persen pada bulan sebelumnya. Ini memperlihatkan laju inflasi yang relatif terkendali sehingga memberi ruang bagi pasar untuk menimbang langkah pelonggaran kebijakan. Namun, kumpulan data ini tidak menimbulkan tekanan inflasi inti yang lebih besar dari proyeksi.
Core PCE, indikator inflasi favorit Federal Reserve, naik menjadi 3.4 persen YoY dari 3.3 persen, juga sejalan dengan perkiraan. Secara bulanan, headline PCE naik 0.4 persen, sementara core PCE tidak berubah pada 0.3 persen. Keluaran ini memberikan dasar bagi narasi bahwa tekanan harga tidak membesar secara mendasar.
Pengaruhnya terhadap dolar AS terlihat cukup lemah, dengan indeks dolar DXY turun sekitar 0.24 persen ke level 101.30. Penurunan dolar mendukung logam mulia berdenominasi dolar, meskipun faktor-faktor lain tetap membatasi potensi pelonjakan harga. Pasar tetap memantau data lain seperti pesanan barang tahan lama dan klaim pengangguran untuk melihat arah kebijakan kedepannya.
Pasar menyiratkan bank sentral akan mempertahankan sikap kebijakan yang restriktif meski probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September berkurang setelah rilis inflasi. Harapan terhadap jalur suku bunga yang lebih ketat membuat volatilitas di pasar logam tetap terjaga. Para pelaku pasar menilai bahwa langkah tersebut akan membatasi potensi rebound jangka panjang.
Di sisi data ekonomi domestik, kinerja permintaan dan pekerjaan memperlihatkan dinamika yang menyeimbangkan perekonomian. Penurunan pesanan barang tahan lama disertai penurunan klaim pekerjaan mengisyaratkan ekonomi tetap stabil meski ada tekanan harga. Investor akan memantau tanda-tanda pemulihan yang lebih kuat di sektor riil untuk melihat arah lanjutan harga perak.
Secara teknikal, jika sentimen dolar melemah lebih lanjut, potensi kenaikan harga perak dapat berlanjut ke area sekitar resistance psikologis. Namun jika kebijakan yang lebih ketat tetap diberlakukan, pergerakan bisa terbatas. Investor disarankan menjaga risk-reward yang proporsional dan memahami bahwa proyeksi jangka menengah mungkin lebih menantang.